Tuhan menghapus dosa kita karena Dia begitu mengasihi kita. Dia menginginkan hubungan intim dengan kita; Dia tidak ingin dosa memisahkan kita dari-Nya (Yesaya 59:1-2). Karakter Allah selalu mau memberkati orang yang diciptakan serupa gambar-Nya. Sangat menyakitkan bagi-Nya melihat anak-anak-Nya hidup melarat, sengsara, tanpa kasih sayang, perlindungan dan anugerah. Allah mau mengampuni kita agar Dia bisa memberkati kita sehingga kita pun bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain, sehingga Dia bisa membawa kita ke tempat yang jauh lebih dahsyat dari apa yang bisa kita bayangkan.
Alkitab mengatakan iblis adalah pendakwa kita (Wahyu 12:10). Iblis akan berusaha membuat Anda tersandung dan jatuh ke dalam dosa lagi dengan membuat Anda merasa tidak layak dan tertuduh. Setan akan menghasut Anda bahwa dosa Anda adalah dosa yang tak terampuni. Namun seberat apapun dosa Anda, pengampunan Tuhan tersedia bagi Anda. Dasar kekristenan adalah kasih Tuhan. Kita diampuni bukan karena kita merasa layak, melainkan karena apa kata-Nya. Kita tidak bisa berjalan dengan Tuhan dan beriman di dalam Tuhan kalau kita selalu merasa bersalah dan tertuduh.
Unforgiveness Blocks the Blessing of God
Matius 18:23-35 mengisahkan mengenai perumpamaan tentang pengampunan, bagaimana seorang hamba yang berhutang 10.000 talenta namun menerima kemurahan raja sehingga ia dibebaskan dan hutangnya dihapuskan. Namun hamba ini sama sekali tidak tergerak untuk mengampuni hamba lain yang berhutang 100 dinar padanya, sebagaimana ia sendiri telah diampuni raja. Padahal jumlah hutang hamba itu kepadanya (100 dinar setara dengan 17 U$) tidak seberapa dibandingkan dengan hutangnya yang telah dihapus raja (10.000 talenta setara dengan 20 juta U$). Sang raja yang mengetahui hal ini pun marah dan ‘menyerahkannya kepada algojo-algojo sampai ia melunaskan seluruh hutangnya’. Hamba yang tadinya telah menerima kemurahan dan berkat dari sang raja, karena ia tidak mau mengampuni, akhirnya kembali ke titik nol lagi.
Demikian pula dengan kita. Jika Tuhan sudah sedemikian murah hati mengampuni kita, bukankah kita juga seharusnya begitu terhadap sesama kita? Bahkan bukan saja kita harus mengampuni hanya sekali atau tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali (Lukas 18:21-22). Jika kita tidak mengampuni, maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita (Markus 11:25-26). Ketidakrelaan kita untuk mengampuni (unforgiveness) akan memblokir kita sehingga tidak bisa menerima berkat Tuhan.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah juga demikian. –Kolose 3:13
Rabu, 20 April 2011
Angkatlah Kepalamu
Mazmur 24:7
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
Apakah Anda tahu bahwa sikap tubuh Anda mengkomunikasikan iman Anda? Mari kita baca Mazmur 24:7, “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!”
Pikirkanlah hal ini sebentar. Ketika Anda mengangkat kepala Anda, Anda mengundang Tuhan untuk berperang bagi Anda. Apa artinya mengangkat kepala? Ini berarti Anda mengarahkan pandangan Anda kepada Tuhan – mata Anda terarah kepada-Nya. Anda menaruh iman dan pengharapan Anda kepada-Nya dan melihat diri Anda terus naik bersama Dia.
Mengertilah bahwa kehidupan Anda akan mengikuti pandangan Anda. Anda tidak dapat menuju ke suatu tempat yang Anda tuju atau membuat keadaan menjadi lebih baik, jika Anda terus mengarahkan pandangan Anda ke bawah, pada masalah. Sebaliknya, jika Anda mengangkat pandangan Anda dan mengundang Allah untuk berperang bersama Anda, Anda akan bangkit dan menang. Ini artinya ketika Anda sakit, lihat diri Anda sembuh oleh kuasa Allah. Jika Anda mengalami masalah keuangan, lihat diri Anda keuangan Anda lebih dari cukup. Anda mungkin menghadapi halangan, tetapi lihatlah diri Anda bangkit dan menaklukannya. Ketika tiba Tuhan bangkit dan menolong Anda, semua masalah akan berubah menjadi kemenangan, dan semua wilayah peperangan akan berubah menjadi tempat-tempat berkat.
Hari ini, angkatlah kepala Anda, bahkan jika Anda harus berdiri dalam waktu lama, merasa lemah dan lelah. Alkitab mengatakan bahwa saat Anda lemah, Anda kuat di dalam Dia! Mazmur 3:4 menyatakan bahwa Tuhan sendiri akan mengangkat kepala Anda. Dengan kata lain, Dia akan memberikan Anda visi, Dia akan menyuntikkan kepada Anda kasih dan kekuatan-Nya, dan Dia akan memperlengkapi Anda untuk tetap kuat dan meraih kemenangan! Panggil namanya hari ini karena Dia lebih dekat daripada udara yang Anda hirup. Dia siap dan ingin serta mampu untuk menunjukkan kepada Anda bahwa Dia mampu menolong Anda. (JoelOsteen.com)
Kepercayaan Anda terhadap Tuhan dapat dilihat dari sikap tubuh Anda ketika menghadapi masalah.
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
Apakah Anda tahu bahwa sikap tubuh Anda mengkomunikasikan iman Anda? Mari kita baca Mazmur 24:7, “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!”
Pikirkanlah hal ini sebentar. Ketika Anda mengangkat kepala Anda, Anda mengundang Tuhan untuk berperang bagi Anda. Apa artinya mengangkat kepala? Ini berarti Anda mengarahkan pandangan Anda kepada Tuhan – mata Anda terarah kepada-Nya. Anda menaruh iman dan pengharapan Anda kepada-Nya dan melihat diri Anda terus naik bersama Dia.
Mengertilah bahwa kehidupan Anda akan mengikuti pandangan Anda. Anda tidak dapat menuju ke suatu tempat yang Anda tuju atau membuat keadaan menjadi lebih baik, jika Anda terus mengarahkan pandangan Anda ke bawah, pada masalah. Sebaliknya, jika Anda mengangkat pandangan Anda dan mengundang Allah untuk berperang bersama Anda, Anda akan bangkit dan menang. Ini artinya ketika Anda sakit, lihat diri Anda sembuh oleh kuasa Allah. Jika Anda mengalami masalah keuangan, lihat diri Anda keuangan Anda lebih dari cukup. Anda mungkin menghadapi halangan, tetapi lihatlah diri Anda bangkit dan menaklukannya. Ketika tiba Tuhan bangkit dan menolong Anda, semua masalah akan berubah menjadi kemenangan, dan semua wilayah peperangan akan berubah menjadi tempat-tempat berkat.
Hari ini, angkatlah kepala Anda, bahkan jika Anda harus berdiri dalam waktu lama, merasa lemah dan lelah. Alkitab mengatakan bahwa saat Anda lemah, Anda kuat di dalam Dia! Mazmur 3:4 menyatakan bahwa Tuhan sendiri akan mengangkat kepala Anda. Dengan kata lain, Dia akan memberikan Anda visi, Dia akan menyuntikkan kepada Anda kasih dan kekuatan-Nya, dan Dia akan memperlengkapi Anda untuk tetap kuat dan meraih kemenangan! Panggil namanya hari ini karena Dia lebih dekat daripada udara yang Anda hirup. Dia siap dan ingin serta mampu untuk menunjukkan kepada Anda bahwa Dia mampu menolong Anda. (JoelOsteen.com)
Kepercayaan Anda terhadap Tuhan dapat dilihat dari sikap tubuh Anda ketika menghadapi masalah.
Jangan Memberi Kesempatan
2 Samuel 11:1
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Tahukah Anda, bahwa awal kejatuhan Daud dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana? Daud hanya tidak melakukan apa yang biasanya dilakukan dan seharusnya dilakukan. Daud harusnya saat itu pergi berperang, memimpin tentaranya untuk menaklukan Moab. Namun Daud tidak melakukannya, ia menyuruh Yoab untuk memimpin peperangan.
Jika Anda memberi tempat satu centimeter kepada iblis, dia akan mengambil satu meter. Jadi jangan coba-coba memberi celah untuk si jahat. Daud adalah bukti bahwa sebuah kesalahan besar memberi celah untuk si jahat. Dia hanya mulai dari keengganan, lalu iblis menabur pikiran najis ketika ia berada di sotoh istananya. Hal itu diresponi oleh Daud yang membawanya pada perzinahan, dan pembunuhan. Dia membunuh Uria, prajuritnya yang setia dan takut akan Tuhan. Untungnya Daud memiliki kerendahan hati sehingga mau mengakui dosa dan bertobat. Namun ia tetap harus menerima akibat dari perbuatannya.
Jadi, mari hari ini kita memeriksa hati dan hidup kita apakah kita telah meninggalkan apa yang seharusnya kita lakukan. Mungkin itu persekutuan Anda dengan Tuhan atau dengan saudara seiman, mungkin itu tanggung jawab Anda dalam keluarga atau di kantor Anda. Jangan menganggap remeh tugas dan tanggung jawab Anda.
Sekali Anda memberi tempat untuk si jahat, dia akan memporak porandakan hidup Anda.
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Tahukah Anda, bahwa awal kejatuhan Daud dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana? Daud hanya tidak melakukan apa yang biasanya dilakukan dan seharusnya dilakukan. Daud harusnya saat itu pergi berperang, memimpin tentaranya untuk menaklukan Moab. Namun Daud tidak melakukannya, ia menyuruh Yoab untuk memimpin peperangan.
Jika Anda memberi tempat satu centimeter kepada iblis, dia akan mengambil satu meter. Jadi jangan coba-coba memberi celah untuk si jahat. Daud adalah bukti bahwa sebuah kesalahan besar memberi celah untuk si jahat. Dia hanya mulai dari keengganan, lalu iblis menabur pikiran najis ketika ia berada di sotoh istananya. Hal itu diresponi oleh Daud yang membawanya pada perzinahan, dan pembunuhan. Dia membunuh Uria, prajuritnya yang setia dan takut akan Tuhan. Untungnya Daud memiliki kerendahan hati sehingga mau mengakui dosa dan bertobat. Namun ia tetap harus menerima akibat dari perbuatannya.
Jadi, mari hari ini kita memeriksa hati dan hidup kita apakah kita telah meninggalkan apa yang seharusnya kita lakukan. Mungkin itu persekutuan Anda dengan Tuhan atau dengan saudara seiman, mungkin itu tanggung jawab Anda dalam keluarga atau di kantor Anda. Jangan menganggap remeh tugas dan tanggung jawab Anda.
Sekali Anda memberi tempat untuk si jahat, dia akan memporak porandakan hidup Anda.
Pembentukan Tukang Batu
Mazmur 119:73
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
Billy Graham mempunyai seorang sahabat yang selama masa depresi ia kehilangan pekerjaan, harta, istri dan rumahnya. Tetapi orang ini dengan gigih berpegang pada imannya ? satu-satunya hal tersisa yang dimilikinya. Suatu hari ia berhenti untuk memperhatikan beberapa orang melakukan pekerjaan pemasangan batu pada sebuah gereja besar. Salah seorang diantaranya sedang memahat sebuah batu berbentu segitiga.
?Untuk apakah batu itu?? tanya sahabat Billy Graham itu kepada sang tukang batu.
?Apakah Anda lihat luabang kecil di atas sana dekat puncak menara? Ya, saya sedang membentuk batu ini di bawah sini, supaya dapat masuk ke atas sana.?
Air mata memnuhi matanya saat ia berjalan pergi, karena tampaknya Tuhan telah berbicara melalui pekerja tersebut untuk menjelaskan pergumulan yang sedang dilaluinya, ?Aku sedang membentuk engkau di bawah sini supaya engkau cocok ke atas sana.?
Apa yang Anda alami hari? Hal yang sama Tuhan katakan kepada Anda, ?Aku sedang membentuk Engkau di bahwa sini supaya engkau cocok untuk masuk ke atas sana.? Bahkan Tuhan bukan hanya membentuk kita agar kita siap untuk masuk dalam kekekalan, namun juga siap untuk masa depan yang indah yang telah Tuhan siapkan di bawah sini, di bumi ini.
Pembentukan memang bukan sebuah proses yang menyenangkan, namun Tuhan melakukan semua itu untuk kebaikan kita.
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
Billy Graham mempunyai seorang sahabat yang selama masa depresi ia kehilangan pekerjaan, harta, istri dan rumahnya. Tetapi orang ini dengan gigih berpegang pada imannya ? satu-satunya hal tersisa yang dimilikinya. Suatu hari ia berhenti untuk memperhatikan beberapa orang melakukan pekerjaan pemasangan batu pada sebuah gereja besar. Salah seorang diantaranya sedang memahat sebuah batu berbentu segitiga.
?Untuk apakah batu itu?? tanya sahabat Billy Graham itu kepada sang tukang batu.
?Apakah Anda lihat luabang kecil di atas sana dekat puncak menara? Ya, saya sedang membentuk batu ini di bawah sini, supaya dapat masuk ke atas sana.?
Air mata memnuhi matanya saat ia berjalan pergi, karena tampaknya Tuhan telah berbicara melalui pekerja tersebut untuk menjelaskan pergumulan yang sedang dilaluinya, ?Aku sedang membentuk engkau di bawah sini supaya engkau cocok ke atas sana.?
Apa yang Anda alami hari? Hal yang sama Tuhan katakan kepada Anda, ?Aku sedang membentuk Engkau di bahwa sini supaya engkau cocok untuk masuk ke atas sana.? Bahkan Tuhan bukan hanya membentuk kita agar kita siap untuk masuk dalam kekekalan, namun juga siap untuk masa depan yang indah yang telah Tuhan siapkan di bawah sini, di bumi ini.
Pembentukan memang bukan sebuah proses yang menyenangkan, namun Tuhan melakukan semua itu untuk kebaikan kita.
Ayam Jantan Yang Diterpa Badai
J.K Gressett mencatat dalam bukunya Pentecostal Evangel pengalaman seorang pria bernama Samuel S. Scull yang tinggal di padang gurun Arizona dengan istri dan anak-anaknya.
Suatu malam sebuah badai padang gurun yang sangat dasyat menghantam disertai hujan, hujan es dan angin kencang. Pada siang itu, setelah badai dasyat tersebut terjadi, Scull dengan rasa sedih dan kuatir tentang apa yang mungkin ia temukan, ia pergi untuk melihat kerugian yang ia alami.
Hujan es telah menghancurkan kebun dan tempat truk telah rata dengan tanah; sebagian rumah tidak beratap lagi; kandang ayam telah hilang terbawa angin serta ayam-ayam yang mati tersebar dimana-mana. Kehancuran dan kerusakan ada di mana-mana.
Sementara ia berdiri dan merasa pusing melihat kekacauan yang ada dan berpikir tentang masa depannya, ia mendengar suara ribut dari tumpukan kayu yang merupakan sisa kandang ayam. Seekor ayam jantan sedang memanjat ke atas melalui reruntuhan dan ia tidak berhenti memanjat hingga mencapai puncak papan tertinggi di tumpukan reruntuhan itu. Ayam jantan tua itu basah kuyub dan sebagian dari bulunya telah tercabut terbawa angin. Tetapi saat matahari muncul di kaki langit di sebelah timur pada pagi harinya, ia mengepakkan sayap-sayapnya yang kurus dan dengan bangga berkokok seperti biasanya.
Saat pagi datang, mengapa ayam jantan yang telah babak belur dan tak berbulu itu tetap berkokok? Karena sifat alaminya adalah berkokok.
Angin kesukaran mungkin meniup habis kehidupan Anda hari ini. Dunia Anda hancur berantakan; tetapi jika Anda memiliki Yesus dalam hidup Anda, maka Anda dapat bangkit dari reruntuhan hidup dan menatap matahari pagi dengan harapan baru. Mengapa? Karena sifat alami kita sebagai orang benar adalah bangkit kembali ketika terjatuh, dan Tuhan kita tidak akan membiarkan kita tergeletak begitu saja.
Jika Anda mengalami badai kehidupan hari-hari ini, mari kita ingat pesan Paulus ini:
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. ~ Roma 8:35-39
Sumber : Perintahkan Jantung Anda Berdetak Lagi; Dutch Sheets; Immanuel Pub
Suatu malam sebuah badai padang gurun yang sangat dasyat menghantam disertai hujan, hujan es dan angin kencang. Pada siang itu, setelah badai dasyat tersebut terjadi, Scull dengan rasa sedih dan kuatir tentang apa yang mungkin ia temukan, ia pergi untuk melihat kerugian yang ia alami.
Hujan es telah menghancurkan kebun dan tempat truk telah rata dengan tanah; sebagian rumah tidak beratap lagi; kandang ayam telah hilang terbawa angin serta ayam-ayam yang mati tersebar dimana-mana. Kehancuran dan kerusakan ada di mana-mana.
Sementara ia berdiri dan merasa pusing melihat kekacauan yang ada dan berpikir tentang masa depannya, ia mendengar suara ribut dari tumpukan kayu yang merupakan sisa kandang ayam. Seekor ayam jantan sedang memanjat ke atas melalui reruntuhan dan ia tidak berhenti memanjat hingga mencapai puncak papan tertinggi di tumpukan reruntuhan itu. Ayam jantan tua itu basah kuyub dan sebagian dari bulunya telah tercabut terbawa angin. Tetapi saat matahari muncul di kaki langit di sebelah timur pada pagi harinya, ia mengepakkan sayap-sayapnya yang kurus dan dengan bangga berkokok seperti biasanya.
Saat pagi datang, mengapa ayam jantan yang telah babak belur dan tak berbulu itu tetap berkokok? Karena sifat alaminya adalah berkokok.
Angin kesukaran mungkin meniup habis kehidupan Anda hari ini. Dunia Anda hancur berantakan; tetapi jika Anda memiliki Yesus dalam hidup Anda, maka Anda dapat bangkit dari reruntuhan hidup dan menatap matahari pagi dengan harapan baru. Mengapa? Karena sifat alami kita sebagai orang benar adalah bangkit kembali ketika terjatuh, dan Tuhan kita tidak akan membiarkan kita tergeletak begitu saja.
Jika Anda mengalami badai kehidupan hari-hari ini, mari kita ingat pesan Paulus ini:
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. ~ Roma 8:35-39
Sumber : Perintahkan Jantung Anda Berdetak Lagi; Dutch Sheets; Immanuel Pub
Menjadi Domba Yang Setia
Yeremia 23:3-4
Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.
Kesetiaan dan ketaatan, dalam dua hal ini kita sebagai manusia sulit untuk menjalankannya. Padahal seperti yang dituliskan oleh nabi Yeremia di atas, jika kita setia dan taat kepada Tuhan ada 3 berkat yang akan kita terima:
1.Berlipat ganda.
2.Tidak takut dan tidak terkejut oleh hal buruk yang datang
3.Ada penjagaan yang sempurna
Apakah Anda ingin menerima berkat ini? Dalam firman Tuhan di atas, ada syarat yang harus Anda lakukan untuk bisa menerimanya. Tuhan telah mengangkat gembala-gembala atas kita domba-domba Tuhan. Taat dan setialah kepada gembala-gembala tersebut, selain kepada Gembala Agung kita Tuhan Yesus.
Jika kita tidak taat kepada gembala yang kelihatan, maka bagaimana kita bisa berkata taat dan setia kepada Gembala Agung kita yang tidak kelihatan oleh mata. Dan jika Anda tidak memiliki sikap penundukan diri ini, Anda akan melewatkan berkat yang indah tersebut.
Siapakah yang menjadi gembala yang Tuhan tempatkan dalam hidup Anda saat ini? Dia bisa jadi suami Anda, gembala di gereja Anda, dan juga pemimpin di perusahaan Anda. Merekalah yang Tuhan percayakan untuk menjadi penjaga Anda, jadi mari belajar taat dan setia kepada mereka, dan hormatilah mereka sebagaimana seharusnya.
Ada berkat dalam penundukan diri pada otoritas, yaitu pelipatgandaan, perlindungan dan rasa aman.
Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.
Kesetiaan dan ketaatan, dalam dua hal ini kita sebagai manusia sulit untuk menjalankannya. Padahal seperti yang dituliskan oleh nabi Yeremia di atas, jika kita setia dan taat kepada Tuhan ada 3 berkat yang akan kita terima:
1.Berlipat ganda.
2.Tidak takut dan tidak terkejut oleh hal buruk yang datang
3.Ada penjagaan yang sempurna
Apakah Anda ingin menerima berkat ini? Dalam firman Tuhan di atas, ada syarat yang harus Anda lakukan untuk bisa menerimanya. Tuhan telah mengangkat gembala-gembala atas kita domba-domba Tuhan. Taat dan setialah kepada gembala-gembala tersebut, selain kepada Gembala Agung kita Tuhan Yesus.
Jika kita tidak taat kepada gembala yang kelihatan, maka bagaimana kita bisa berkata taat dan setia kepada Gembala Agung kita yang tidak kelihatan oleh mata. Dan jika Anda tidak memiliki sikap penundukan diri ini, Anda akan melewatkan berkat yang indah tersebut.
Siapakah yang menjadi gembala yang Tuhan tempatkan dalam hidup Anda saat ini? Dia bisa jadi suami Anda, gembala di gereja Anda, dan juga pemimpin di perusahaan Anda. Merekalah yang Tuhan percayakan untuk menjadi penjaga Anda, jadi mari belajar taat dan setia kepada mereka, dan hormatilah mereka sebagaimana seharusnya.
Ada berkat dalam penundukan diri pada otoritas, yaitu pelipatgandaan, perlindungan dan rasa aman.
5 SIKAP PELAYAN TUHAN
(Roma 12:9-20-21)
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan. Pekerjaan yang dipercayakan kepada setiap kita beragam sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Orang-orang yang dilayani juga berbeda sifat dan karakter. Oleh karena itu dibutuhkan sikap yang sesuai alkitab untuk menunjang pelayanan agar pelayanan dapat berhasil dan berdampak.
Sikap yang harus dimiliki:
1. Memiliki sikap mengasihi (ay.9-10)
Mengasihi adalah syarat utama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Setiap orang bisa melayani, namun pelayanan yang tidak dibarengi dengan sikap mengasihi tidak mungkin memuliakan Tuhan dan berdampak untuk orang lain.
2. Memiliki semangat (ay.11)
Melayani Tuhan bukan berarti bebas dari permasalahan. Namun semakin melayani dengan baik maka semakin banyak rintangan yang datang; dari dalam (keluarga) maupun dari luar (jemaat, rekan sekerja) yang sering kali dapat melemahkan. Oleh karena sadar ada rintangan dan halangan maka sikap yang harus diambil adalah tetap bersemangat. Semangat merupakan bahan pengerak untuk terus maju.
3. Memilki ketabahan dalam kesesakan (ay.12)
Ada kalanya Tuhan ijinkan ketika kita melayani dengan setia, namun hidup dalam kekurangan, mengalami sakit penyakit, tidak dihargai pelayanan yang kita lakukan baik oleh orang lain maupun jemaat sendiri. Dibutuhkan ketabahan dalam mengatasi masa-masa sukar. Ketabahan adalah kunci untuk dapat melangkah maju meskipun terasa sukar dan berat.
4. Memiliki kemurahan hati (ay.13)
Kemurahan hati sama dengan memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain. Membuka tangan bagi yang membutuhkan dan tidak menutup mata kepada kesusahan orang lain.
5. Memberkati dikala disakiti (ay.14)
Kecendrungan kita sebagai manusia adalah membalas setiap perlakuan yang tidak menyenangkan. Namun ketika kita memilih sebagai pelayan Tuhan maka kita harus melepaskan hak kita untuk membalas. Hal ini dikarenakan pembalasan itu adalah haknya Tuhan.
By : Jessy Matruti
GBI Haurgeulis II
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan. Pekerjaan yang dipercayakan kepada setiap kita beragam sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Orang-orang yang dilayani juga berbeda sifat dan karakter. Oleh karena itu dibutuhkan sikap yang sesuai alkitab untuk menunjang pelayanan agar pelayanan dapat berhasil dan berdampak.
Sikap yang harus dimiliki:
1. Memiliki sikap mengasihi (ay.9-10)
Mengasihi adalah syarat utama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Setiap orang bisa melayani, namun pelayanan yang tidak dibarengi dengan sikap mengasihi tidak mungkin memuliakan Tuhan dan berdampak untuk orang lain.
2. Memiliki semangat (ay.11)
Melayani Tuhan bukan berarti bebas dari permasalahan. Namun semakin melayani dengan baik maka semakin banyak rintangan yang datang; dari dalam (keluarga) maupun dari luar (jemaat, rekan sekerja) yang sering kali dapat melemahkan. Oleh karena sadar ada rintangan dan halangan maka sikap yang harus diambil adalah tetap bersemangat. Semangat merupakan bahan pengerak untuk terus maju.
3. Memilki ketabahan dalam kesesakan (ay.12)
Ada kalanya Tuhan ijinkan ketika kita melayani dengan setia, namun hidup dalam kekurangan, mengalami sakit penyakit, tidak dihargai pelayanan yang kita lakukan baik oleh orang lain maupun jemaat sendiri. Dibutuhkan ketabahan dalam mengatasi masa-masa sukar. Ketabahan adalah kunci untuk dapat melangkah maju meskipun terasa sukar dan berat.
4. Memiliki kemurahan hati (ay.13)
Kemurahan hati sama dengan memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain. Membuka tangan bagi yang membutuhkan dan tidak menutup mata kepada kesusahan orang lain.
5. Memberkati dikala disakiti (ay.14)
Kecendrungan kita sebagai manusia adalah membalas setiap perlakuan yang tidak menyenangkan. Namun ketika kita memilih sebagai pelayan Tuhan maka kita harus melepaskan hak kita untuk membalas. Hal ini dikarenakan pembalasan itu adalah haknya Tuhan.
By : Jessy Matruti
GBI Haurgeulis II
Langganan:
Postingan (Atom)
