Roma 8:17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Salah satu program televisi yang pernah populer di dunia adalah “Who Wants to Be a Millionaire?” Di Indonesia, acara ini pernah dipandu oleh Tantowi Yahya. Sasaran permainan ini sangat jelas, mereka yang ikut ingin menjadi millionaire, mereka ingin menjadi kaya mendadak. Suatu nasihat bagi orang-orang yang ingin mencoba permainan ini – jangan ikut jika Anda ingin hidup miskin, karena Anda mungkin saja menang dan merusak rencana Anda.
Demikian juga menjadi Anak Tuhan, Anda secara otomatis menjadi rekan pewaris Kerajaan Allah bersama dengan Kristus. Jangan menjadi anak Allah jika Anda tidak berminat dan ingin menggenapi rencana Tuhan yang sudah ditetapkan-Nya bagi Anda. Dalam hal ini, taruhannya adalah kekekalan dan upahnya warisan Anda – yang menanti setelah kehidupan ini.
Allah tidak memanggil kita untuk mati demi Dia, namun Ia memanggil kita untuk hidup dan memuliakan Dia melalui talenta, karunia dan urapan yang telah Ia berikan kepada kita. Seringkali kita gagal dalam mengenali, menjelaskan, menggambarkan dan mengambil tindakan tentang panggilan Allah ini. Kemudian, dalam waktu dua puluh tahun kedepan, kita hidup dalam pekerjaan-pekerjaan dan hal-hal yang tidak relevan dengan panggilan Allah dalam hidup kita. Tuhan tidak ingin Anda hidup dengan cara demikian. Anda harus meneladani Yesus, Ia memiliki misi dalam kehidupannya.
Jadi jika Anda hari ini merasa yakin bahwa Anda adalah anak Allah, ada sebuah rencana Allah yang besar yang sudah Tuhan tetapkan dalam hidup Anda. Kenalilah, gambarkanlah dan buatlah tindakan untuk mencapainya.
Warisan Kerajaan Allah bagi kita adalah sumber daya yang kita butuhkan untuk menggenapi rencana Allah dalam hidup ini.
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Maret 2011
Peta Kehidupan
ohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Hari ini, jika Anda ingin bepergian ke sebuah kota yang Anda belum kenal daerahnya, tentu yang Anda cari pertama kali adalah peta kota tersebut. Anda tentu ingin tahu, bagaimana mencapai kota tersebut. Jalan mana saja yang harus Anda lalui, dan adakah tempat persinggahan dimana Anda bisa berhenti sejenak.
Untuk mencapai tujuan di dunia ini saja, kita dengan cermat mempelajari sebuah peta. Tetapi kita jarang berpikir dengan cara yang sama untuk mencapai tujuan sorgawi kita. Yesus berkata, “Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:4). Mengapa Yesus berkata demikian? Karena Dia telah menyediakan peta penunjuk jalan itu bagi kita, yaitu Alkitab. Pada buku kehidupan tersebut Anda bisa menemukan jalan kebenaran yang menuju sorga itu.
Jika Anda masih berpikir sebagaimana pribahasa yang berkata, “Banyak jalan menuju Roma,” disini saya mau tegaskan bahwa hanya ada satu jalan menuju sorga. Dengan tegas Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (14:6). Jangan mencoba jalan lain, karena jika Anda tersesat, mungkin saat Anda akan berbalik sudah tidak ada waktu lagi.
Alkitab adalah peta kehidupan Anda, dan Yesus adalah satu-satunya jalan kehidupan. Jangan salah memilih jalan.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Hari ini, jika Anda ingin bepergian ke sebuah kota yang Anda belum kenal daerahnya, tentu yang Anda cari pertama kali adalah peta kota tersebut. Anda tentu ingin tahu, bagaimana mencapai kota tersebut. Jalan mana saja yang harus Anda lalui, dan adakah tempat persinggahan dimana Anda bisa berhenti sejenak.
Untuk mencapai tujuan di dunia ini saja, kita dengan cermat mempelajari sebuah peta. Tetapi kita jarang berpikir dengan cara yang sama untuk mencapai tujuan sorgawi kita. Yesus berkata, “Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:4). Mengapa Yesus berkata demikian? Karena Dia telah menyediakan peta penunjuk jalan itu bagi kita, yaitu Alkitab. Pada buku kehidupan tersebut Anda bisa menemukan jalan kebenaran yang menuju sorga itu.
Jika Anda masih berpikir sebagaimana pribahasa yang berkata, “Banyak jalan menuju Roma,” disini saya mau tegaskan bahwa hanya ada satu jalan menuju sorga. Dengan tegas Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (14:6). Jangan mencoba jalan lain, karena jika Anda tersesat, mungkin saat Anda akan berbalik sudah tidak ada waktu lagi.
Alkitab adalah peta kehidupan Anda, dan Yesus adalah satu-satunya jalan kehidupan. Jangan salah memilih jalan.
Allah Perjanjian
Kejadian 15:18
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.”
Manusia adalah pribadi yang sulit percaya dengan janji, mengapa? Karena sebagai manusia, mereka sendiri sering ingkar janji. Untuk itu, tidak mudah bagi seseorang mempercayai janji orang lain. Jangankan janji yang cuma diucapkan, janji yang tertulis dan memiliki kekuatan hukum saja sering diingkari. Jadi, jika Abraham sulit percaya janji Tuhan itu adalah sesuatu yang manusiawi.
Berlawanan dengan manusia, Tuhan sangat peduli dengan sebuah janji. Dikatakan dalam Mazmur 12:7 bahwa, “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” Tidak seperti manusia, Tuhan selalu menepati janji-Nya. Itu sebabnya Dia disebut Allah perjanjian. Tuhan pun sangat menghargai orang-orang yang mempercayai janji-Nya dengan sepenuh hati. Seperti yang dituliskan dalam Alkitab, Tuhan memperhitungkan kepercayaan Abraham sebagai kebenaran.
Kita sebagai orang Kristen seharusnya hidup seperti Abraham. Karena Alkitab sendiri adalah kitab perjanjian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jadi, kita hidup dalam janji-janji Tuhan. Dalam perjanjian, kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban. Satu hal yang pasti, Tuhan pasti akan melakukan hak dan kewajibannya. Namun kita sebagai orang percaya hanya akan menerima janji-janji tersebut jika melakukan hak dan kewajiban kita. Jadi, kita jangan menuntut Tuhan untuk menggenapi janjinya dalam hidup kita jika tidak melakukan bagian kita. Percayalah bahwa jika Anda melakukan bagian Anda, Tuhan pasti melakukan bagiannya. Janji itu pasti digenapi.
Jika Anda menuntut Tuhan menggenapi janji-Nya, Tuhan pun menuntut Anda melakukan bagian Anda, percaya kepada-Nya sepenuhnya.
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.”
Manusia adalah pribadi yang sulit percaya dengan janji, mengapa? Karena sebagai manusia, mereka sendiri sering ingkar janji. Untuk itu, tidak mudah bagi seseorang mempercayai janji orang lain. Jangankan janji yang cuma diucapkan, janji yang tertulis dan memiliki kekuatan hukum saja sering diingkari. Jadi, jika Abraham sulit percaya janji Tuhan itu adalah sesuatu yang manusiawi.
Berlawanan dengan manusia, Tuhan sangat peduli dengan sebuah janji. Dikatakan dalam Mazmur 12:7 bahwa, “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” Tidak seperti manusia, Tuhan selalu menepati janji-Nya. Itu sebabnya Dia disebut Allah perjanjian. Tuhan pun sangat menghargai orang-orang yang mempercayai janji-Nya dengan sepenuh hati. Seperti yang dituliskan dalam Alkitab, Tuhan memperhitungkan kepercayaan Abraham sebagai kebenaran.
Kita sebagai orang Kristen seharusnya hidup seperti Abraham. Karena Alkitab sendiri adalah kitab perjanjian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jadi, kita hidup dalam janji-janji Tuhan. Dalam perjanjian, kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban. Satu hal yang pasti, Tuhan pasti akan melakukan hak dan kewajibannya. Namun kita sebagai orang percaya hanya akan menerima janji-janji tersebut jika melakukan hak dan kewajiban kita. Jadi, kita jangan menuntut Tuhan untuk menggenapi janjinya dalam hidup kita jika tidak melakukan bagian kita. Percayalah bahwa jika Anda melakukan bagian Anda, Tuhan pasti melakukan bagiannya. Janji itu pasti digenapi.
Jika Anda menuntut Tuhan menggenapi janji-Nya, Tuhan pun menuntut Anda melakukan bagian Anda, percaya kepada-Nya sepenuhnya.
God Message Today
7 SUARA TUHAN
Maz 29:1-9
Kita mengenal 7 Perkataan Yesus di Kayu salib, ternyata Daud juga melukiskan Suara Tuhan yang sangat dasyat....mari kita membuka Alkitab kita dalam Maz 29:1-9, mari kita renungkan bersama 7 suara Tuhan yang Daud ungkapkan:
1. Suara Tuhan di atas air, (ayat 3).
Sebagai ungkapan bahwa Allah berkuasa atas air sebagai ciptaanNya. Allah yang mulia mengguntur atas air yang besar (Lautan)
2. Suara Tuhan penuh kekuatan (ayat 4a)
Suara Tuhan penuh dengan kekuatan menyatakan kuasa firmanNya, sekali Allah berfirman, maka firman itu penuh kekuatan.
3. Suara Tuhan penuh semarak (ayat 4b)
Suara Tuhan penuh semarak sebagai tanda bahwa Tuhan sebagai sumber sukacita bagi kita. Daud hanya mendapatkan sukacita daripada Tuhan.
4. Suara Tuhan mematahkan pohon aras (ayat 5a)
Pohon aras adalah pohon yang cukup keras dan paling kuat, Bait Allah memakai bahan kayu pohon aras. Suara Tuhan mematahkan pohon aras berarti...hal sekuat apapun dapat Tuhan patahkan, bahkan Tuhan dapat menumbangkannya.
5. Suara Tuhan menyemburkan nyala Api (ayat 7)
Nyala api melambangkan kemurkaan Allah dalam Perjanjian Lama, artinya bahwa Tuhan dapat murka kepada kita. Suara Tuhan murka kepada umat yang tidak mau taat kepadaNya.
6. Suara Tuhan membuat padang gurun gemetar (ayat 8)
Padang gurun tidak ada kehidupan, tetapi dengan suara Tuhan, padang gurun dapat menghidupi bangsa Israel, memelihara mereka. Pada gurun dapat mengeluarkan air jika suara Tuhan terdengar.
7. Suara Tuhan membuat beranak rusa betina yang mengandung, (ayat 9)
Rusa selalu merindukan air, bahkan tanpa air seekor rusa yang mengandung, akan susah untuk melahirkan. Tetapi tanpa air sekalipun jika Tuhan berkendak maka rusa itupun dapat melahirkan. Tanpa satupun yang menolong kita, jika suara Tuhan berkendak atas kita, maka kita akan mengalami pertolonganNya.
Suara Tuhan saat ini memanggil saudara....untuk menjadi umatnya yang terus mendengar suaranya dan taat akan Suara Tuhan melalui kebenaran firmanNya.
Semoga renungan ini bermanafaat bagi kita Amin,. GOD BLESS YOU
Maz 29:1-9
Kita mengenal 7 Perkataan Yesus di Kayu salib, ternyata Daud juga melukiskan Suara Tuhan yang sangat dasyat....mari kita membuka Alkitab kita dalam Maz 29:1-9, mari kita renungkan bersama 7 suara Tuhan yang Daud ungkapkan:
1. Suara Tuhan di atas air, (ayat 3).
Sebagai ungkapan bahwa Allah berkuasa atas air sebagai ciptaanNya. Allah yang mulia mengguntur atas air yang besar (Lautan)
2. Suara Tuhan penuh kekuatan (ayat 4a)
Suara Tuhan penuh dengan kekuatan menyatakan kuasa firmanNya, sekali Allah berfirman, maka firman itu penuh kekuatan.
3. Suara Tuhan penuh semarak (ayat 4b)
Suara Tuhan penuh semarak sebagai tanda bahwa Tuhan sebagai sumber sukacita bagi kita. Daud hanya mendapatkan sukacita daripada Tuhan.
4. Suara Tuhan mematahkan pohon aras (ayat 5a)
Pohon aras adalah pohon yang cukup keras dan paling kuat, Bait Allah memakai bahan kayu pohon aras. Suara Tuhan mematahkan pohon aras berarti...hal sekuat apapun dapat Tuhan patahkan, bahkan Tuhan dapat menumbangkannya.
5. Suara Tuhan menyemburkan nyala Api (ayat 7)
Nyala api melambangkan kemurkaan Allah dalam Perjanjian Lama, artinya bahwa Tuhan dapat murka kepada kita. Suara Tuhan murka kepada umat yang tidak mau taat kepadaNya.
6. Suara Tuhan membuat padang gurun gemetar (ayat 8)
Padang gurun tidak ada kehidupan, tetapi dengan suara Tuhan, padang gurun dapat menghidupi bangsa Israel, memelihara mereka. Pada gurun dapat mengeluarkan air jika suara Tuhan terdengar.
7. Suara Tuhan membuat beranak rusa betina yang mengandung, (ayat 9)
Rusa selalu merindukan air, bahkan tanpa air seekor rusa yang mengandung, akan susah untuk melahirkan. Tetapi tanpa air sekalipun jika Tuhan berkendak maka rusa itupun dapat melahirkan. Tanpa satupun yang menolong kita, jika suara Tuhan berkendak atas kita, maka kita akan mengalami pertolonganNya.
Suara Tuhan saat ini memanggil saudara....untuk menjadi umatnya yang terus mendengar suaranya dan taat akan Suara Tuhan melalui kebenaran firmanNya.
Semoga renungan ini bermanafaat bagi kita Amin,. GOD BLESS YOU
Jika Tuhan Yang Membuka Pintu
Mazmur 124:8
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Kehilangan kehendak Tuhan menghasilkan konsekuensi yang berat. Saya yakin Anda lebih aman berperang dalam peperangan yang ada dalam kehendak Tuhan daripada menghabiskan seharian di pantai tapi di luar kehendak Tuhan.
Perkataan ini mungkin sering Anda dengar, “Jika Tuhan menutup satu pintu, Ia akan membukakan pintu lain.” Itu benar, tetapi Anda tidak mau menunggu terlalu dilorong menunggu Tuan membukakan pintu lain bukan? Untuk itu, ketika Tuhan menutup satu pintu dan Anda berdiri menunggu di lorong untuk satu pintu lain dibukakan, rindukanlah dengan lapar dan haus tuntunan Tuhan. Firman Tuhan berkata, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;” (Mazmur 37:23).
Kepekaan yang Tuhan taruh dalam hidup Anda akan menuntun Anda menuju ke pintu selanjutnya melalui koneksi Kerajaan Allah – orang yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat. Belajarlah peka akan suara hati Anda yang merupakan alat Tuhan untuk berbicara langsung dengan Anda, sehingga Anda bisa mengalami penyediaan adikodrati yang sudah Tuhan siapkan.
Demikian juga sebaliknya, Tuhan ingin memakai Anda sebagai koneksi Kerajaan Allah bagi orang lain. Orang yang peka sehingga berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk menyatakan pertolongan Tuhan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Tuhan dapat memakai hidup Anda untuk menjadi terang bagi mereka yang dalam kegelapan.
Jika satu pintu tertutup bagi Anda, percayalah bahwa Tuhan selalu punya cara untuk membukakan sebuah pintu lain bagi Anda.
by :
Ruang Doa
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Kehilangan kehendak Tuhan menghasilkan konsekuensi yang berat. Saya yakin Anda lebih aman berperang dalam peperangan yang ada dalam kehendak Tuhan daripada menghabiskan seharian di pantai tapi di luar kehendak Tuhan.
Perkataan ini mungkin sering Anda dengar, “Jika Tuhan menutup satu pintu, Ia akan membukakan pintu lain.” Itu benar, tetapi Anda tidak mau menunggu terlalu dilorong menunggu Tuan membukakan pintu lain bukan? Untuk itu, ketika Tuhan menutup satu pintu dan Anda berdiri menunggu di lorong untuk satu pintu lain dibukakan, rindukanlah dengan lapar dan haus tuntunan Tuhan. Firman Tuhan berkata, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;” (Mazmur 37:23).
Kepekaan yang Tuhan taruh dalam hidup Anda akan menuntun Anda menuju ke pintu selanjutnya melalui koneksi Kerajaan Allah – orang yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat. Belajarlah peka akan suara hati Anda yang merupakan alat Tuhan untuk berbicara langsung dengan Anda, sehingga Anda bisa mengalami penyediaan adikodrati yang sudah Tuhan siapkan.
Demikian juga sebaliknya, Tuhan ingin memakai Anda sebagai koneksi Kerajaan Allah bagi orang lain. Orang yang peka sehingga berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk menyatakan pertolongan Tuhan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Tuhan dapat memakai hidup Anda untuk menjadi terang bagi mereka yang dalam kegelapan.
Jika satu pintu tertutup bagi Anda, percayalah bahwa Tuhan selalu punya cara untuk membukakan sebuah pintu lain bagi Anda.
by :
Ruang Doa
Selasa, 08 Februari 2011
Belajar dari Kesalahan
Bila Anda melakukan suatu tindakan, ada kemungkinan Anda akan membuat kesalahan. Jangan patah semangat dulu, karena ketahuilah bila Anda membuat kesalahan, itu adalah suatu hal yang hebat. Anda memiliki kesempatan untuk belajar sesuatu.
Akui kesalahan Anda, teliti dan pelajari secara mendalam mengapa Anda melakukan kesalahan tersebut. Berpikirlah untuk mencari jalan keluar bagi kesalahan Anda. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, Anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.
Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai dari sebuah kesalahan. Suatu saat, salah seorang pegawainya membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dolar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson berkata, “Anda pasti menginginkan agar saya mengundurkan diri.” Menanggapi perkataan pegawainya, Watson malah berkata, “Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik Anda...”
Orang yang memiliki bakat sukses akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila Anda membuat sebuah kesalahan, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkanlah pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari kesalahan yang telah Anda perbuat.
nb: kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelajaran bahwa cara yang kita pakai tidak berhasil maka dari itu carilah cara lain supaya berhasil..
Akui kesalahan Anda, teliti dan pelajari secara mendalam mengapa Anda melakukan kesalahan tersebut. Berpikirlah untuk mencari jalan keluar bagi kesalahan Anda. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, Anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.
Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai dari sebuah kesalahan. Suatu saat, salah seorang pegawainya membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dolar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson berkata, “Anda pasti menginginkan agar saya mengundurkan diri.” Menanggapi perkataan pegawainya, Watson malah berkata, “Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik Anda...”
Orang yang memiliki bakat sukses akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila Anda membuat sebuah kesalahan, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkanlah pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari kesalahan yang telah Anda perbuat.
nb: kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelajaran bahwa cara yang kita pakai tidak berhasil maka dari itu carilah cara lain supaya berhasil..
Jumat, 28 Januari 2011
Hellen Adam Keller Seorang Tunanetra dan Tunarungu yg Meraih Gelar Profesor Doktor di Harvard University
Hellen Adam Keller lahir sebagai anak yang sehat di Tuscumbia,Alabama, Amerika serikat pada 27 Juni 1880 disuatu tempat yang dikenal dengan nama “Ivy Green”. Dari ayahnya, ia merupakan keturunan Alexander Spottswood seorang gubernur colonial dari Virginia yang juga memiliki hubungan dengan keluarg-keluarga pahlawan Utara Amerika. Dari ibunya, ia memiliki hubungan darah dengan keluarga-keluarga new England termasuk Hales, Everetts dan Adamses. Ayahnya bernama Kapten Arthur Keller, seorang editor surat kabar North Alabamian. Kapten Arthur Keller juga memiliki ketertarikan yang kuat kepada kehidupan public dan merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya. Pada tahun 1885 dibawah administrasi Cleveland, ia diangkat menjadi Marshal untuk Alabama Utara.
Penyakit yang menimpa Helen keller pada saat berumur 19 bulan membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Pada saat itu ia diduga mengidap demam otak dan mungkin saja sekarang lebih tepatnya dikenal dengan nama demam scarlet. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.
Kehidupan Helen keller yang baru dimulai pada Maret 1887 ketika ia berumur kurang lebih 7 tahun. Hari itu merupakan hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Nona Sulivan, merupakan perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta bernama Perkin School. Ia merupakan orang yang mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi. Ia datang atas unjuran simpatik Alexander Graham Bell yang merupakan kenalan keluarga Anne. Semenjak hari itu, edua orang tersebut, menjadi guru-murid yang tak terpisahkan hingga kematiannya pada awal 1936.
Nona Sullivan memulai tugasnya untuk mengubah anak yang tidak terkontrol menjadi sosok yang sukses dengan memberikan boneka yang merupakan buatan anak-anak dari sekolah Perkin (sekolah khusus orang cacat yang kemudian dibuat khusus untuk Helen). Dengan mengejakan d-o-l-l (boneka) melalui tangan , ia berharap dapat menghubungkan objek dengan huruf. Helen ternyata belajar dengan cepat dengan metode yang tepat pula, namun ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan kata-kata. Selama beberapa hari, ia banyak belajar mengeja kata-kata baru namun dengan cara yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.
Suatu hari ia dan “guru”-panggilan Helen untuk Sullivan- pergi ke tempat sumur pompa terbuka. Nona Sullivan mulai memompakan air dan menaruh tangan Helen dibawah keran air tersebut. Begitu air menyentuh tangan Helen, ia mencoba untuk mengeja secara perlahan kata ‘w-a-t-e-r (air) melalui tangan helen yang satunya kemudian semakin cepat. Tiba-tiba, sinyal itu dapat dimengerti oleh pikiran Helen. Ia akhirnya tahu bahwa water (air) adalah zat dingin luar biasa yang mengalir ditangannya. Setelah ia mengerti, ia berhenti dan menyentuh tanah dan menanyakan ejaan untuknya. Pada saat malam tiba, ia sudah mempelajari 30 kata-kata baru.
Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Di tahun 1890, ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara. Entah bagaimana ia mengetahui bahwa seorang gadis buta tuli di Norway sudah dapat berbicara dengan baik. Nona Sarah Fuller di Horace Mann School merupakan orang pertama yang menjadi guru vokal untuknya.
Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya. Pada tahun 1898, ia berhasil masuk ke Cambrige school for young ladies sebelum akhirnya ia masuk ke Radcliffe College pada musin gugur 1900 dan menamatkan sekolahnya pada tahun 1904 dengan prestasi Cumlaude. Selama tahun-tahun berikutnya sampai ia meninggal di tahun 1936, Anne Sullivan selalu berada disampingnya, terus menerus mengeja buku demi buku, ceramah demi ceramah melalui tangan Helen.
Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari temple university dan harvard university seta dari universitas Glasgow di Skotlandia; Berlin, Jerman; Delhi, India; dan Witwatersran di Johannesburg Afrika Selatan. Ia juga merupakan peserta kehormatan untuk education institute di Scotland.
Pada tahun 1905, Anne Sullivan menikah dengan John Macy,seorang kritikus dan sosialis terkemuka. Pernikahan tersebut tidak merubah hubungan guru dan murid tersebut. Helen akhirnya tinggal bersama Anne dan suaminya. Keduanya terus memberikan waktu untuk pendidikan dan aktifitas Helen. Selama masih berstatus murid di Radcliffe, Helen memulai karir menulis yang kemudian ditekuninya selama hampir 50 tahun. Pada tahun 1903, The story of My Llife (kisah hidupku) muncul dalam bentuk cerita bersambung di Ladies Home Journal dan kemudian muncul dalam bentuk buku. Merupakan karya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Marathi, Pusthu, Tagalog dan Vedu. Juga dibuat dalam bentuk edisi buku tipis di Amerika Serikat. Publikasinya yang lain adalah : Optimis; An Essay; The World I Live In; The song of the stone wall; Out of the Dark; My Religion; Midstream- my later life; Peace at eventide; Helen Keller in Scotland; Helen Keller Journal; Let us have faith; Teacher, Anne Sullivan Macy dan the open door.
Helen Keller adalah wanita tegar yang menjadi inspirasi bagi Dunia, dan ia di kenal sebagai pejuang hak-hak wanita, pembela orang cacat serta pengarang produktif dan sukses.
Helen Keller bisa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak bisa mengekang manusia untuk sukses, selama ada keyakinan diri, kerja keras dan semangat.
Sumber : www.emotivasi.com
Penyakit yang menimpa Helen keller pada saat berumur 19 bulan membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Pada saat itu ia diduga mengidap demam otak dan mungkin saja sekarang lebih tepatnya dikenal dengan nama demam scarlet. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.
Kehidupan Helen keller yang baru dimulai pada Maret 1887 ketika ia berumur kurang lebih 7 tahun. Hari itu merupakan hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Nona Sulivan, merupakan perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta bernama Perkin School. Ia merupakan orang yang mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi. Ia datang atas unjuran simpatik Alexander Graham Bell yang merupakan kenalan keluarga Anne. Semenjak hari itu, edua orang tersebut, menjadi guru-murid yang tak terpisahkan hingga kematiannya pada awal 1936.
Nona Sullivan memulai tugasnya untuk mengubah anak yang tidak terkontrol menjadi sosok yang sukses dengan memberikan boneka yang merupakan buatan anak-anak dari sekolah Perkin (sekolah khusus orang cacat yang kemudian dibuat khusus untuk Helen). Dengan mengejakan d-o-l-l (boneka) melalui tangan , ia berharap dapat menghubungkan objek dengan huruf. Helen ternyata belajar dengan cepat dengan metode yang tepat pula, namun ia tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan kata-kata. Selama beberapa hari, ia banyak belajar mengeja kata-kata baru namun dengan cara yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain.
Suatu hari ia dan “guru”-panggilan Helen untuk Sullivan- pergi ke tempat sumur pompa terbuka. Nona Sullivan mulai memompakan air dan menaruh tangan Helen dibawah keran air tersebut. Begitu air menyentuh tangan Helen, ia mencoba untuk mengeja secara perlahan kata ‘w-a-t-e-r (air) melalui tangan helen yang satunya kemudian semakin cepat. Tiba-tiba, sinyal itu dapat dimengerti oleh pikiran Helen. Ia akhirnya tahu bahwa water (air) adalah zat dingin luar biasa yang mengalir ditangannya. Setelah ia mengerti, ia berhenti dan menyentuh tanah dan menanyakan ejaan untuknya. Pada saat malam tiba, ia sudah mempelajari 30 kata-kata baru.
Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Di tahun 1890, ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara. Entah bagaimana ia mengetahui bahwa seorang gadis buta tuli di Norway sudah dapat berbicara dengan baik. Nona Sarah Fuller di Horace Mann School merupakan orang pertama yang menjadi guru vokal untuknya.
Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya. Pada tahun 1898, ia berhasil masuk ke Cambrige school for young ladies sebelum akhirnya ia masuk ke Radcliffe College pada musin gugur 1900 dan menamatkan sekolahnya pada tahun 1904 dengan prestasi Cumlaude. Selama tahun-tahun berikutnya sampai ia meninggal di tahun 1936, Anne Sullivan selalu berada disampingnya, terus menerus mengeja buku demi buku, ceramah demi ceramah melalui tangan Helen.
Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari temple university dan harvard university seta dari universitas Glasgow di Skotlandia; Berlin, Jerman; Delhi, India; dan Witwatersran di Johannesburg Afrika Selatan. Ia juga merupakan peserta kehormatan untuk education institute di Scotland.
Pada tahun 1905, Anne Sullivan menikah dengan John Macy,seorang kritikus dan sosialis terkemuka. Pernikahan tersebut tidak merubah hubungan guru dan murid tersebut. Helen akhirnya tinggal bersama Anne dan suaminya. Keduanya terus memberikan waktu untuk pendidikan dan aktifitas Helen. Selama masih berstatus murid di Radcliffe, Helen memulai karir menulis yang kemudian ditekuninya selama hampir 50 tahun. Pada tahun 1903, The story of My Llife (kisah hidupku) muncul dalam bentuk cerita bersambung di Ladies Home Journal dan kemudian muncul dalam bentuk buku. Merupakan karya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa termasuk Marathi, Pusthu, Tagalog dan Vedu. Juga dibuat dalam bentuk edisi buku tipis di Amerika Serikat. Publikasinya yang lain adalah : Optimis; An Essay; The World I Live In; The song of the stone wall; Out of the Dark; My Religion; Midstream- my later life; Peace at eventide; Helen Keller in Scotland; Helen Keller Journal; Let us have faith; Teacher, Anne Sullivan Macy dan the open door.
Helen Keller adalah wanita tegar yang menjadi inspirasi bagi Dunia, dan ia di kenal sebagai pejuang hak-hak wanita, pembela orang cacat serta pengarang produktif dan sukses.
Helen Keller bisa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak bisa mengekang manusia untuk sukses, selama ada keyakinan diri, kerja keras dan semangat.
Sumber : www.emotivasi.com
Rabu, 26 Januari 2011
kumpulan 4
Kalo kita mau mendapatkan sesuatu yg baru, beranilah melakukan perubahan...
karena hanya perubahan yang bisa menghadirkan sesuatu yg baru...
melupakan orang yg kita sayang sama saja mengingat orang yg tidak pernah kita kenal..
Ketika hidup ini hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri maka kelelahan,kehampaan sematalah tuaiannya,,,lakukanlah segalanya bersama KRISTUS dan nikmati kebersamaan-NYA...
Tuhan
Yesus beri nafas khidupan utk kita scr cuma2,tanpa biaya sepeser
pun,sudahkah kita brsyukur??
coba bayangkn apa yg trjadi jika Tuhan
mengharuskn kita mmbayar untuk nafas hidup seharga Rp 1/detik saja.
.Brp banyak yg harus kita bayar dalam sehari,seminggu,setahun dan
bertahun2??
So mulai sekarang kt sama2 blajar brsyukur,Tuhan itu baik,Dia mmberikn smuanya gratis utk kita,krn Dia mengasihi kita..
Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati...
dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yg terbaik. dalam masalah kebijaksanaan pikiran terakhirlah yg paling baik..
Tidak mungkin mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama, dan sebaliknya tidak mungkin mengasihi sesama tanpa mengenal YESUS.
kalian jangan cemas ketika tidak mendapatkan hambatan, tapi cemaslah ketika tidak ada hambatan sama sekali”
hiduplah seperti teratai... karna dimanapun dan sekotor apapun airnya bunga teratai akn tetap slalu indah... ,jadilah yg terbaek utk sekitarmu dan smua org... ,tebarkan kasih dan kebaikan jika ingin hidup jadi terasa indah...
Tuhan itu murah hati dan tidak menolak menganugerahkan rahmat-Nya kepada siapapun. Dia selalu memberi lebih dari yang kita minta..
Hidup ini hrz tegas. Jika bukan anda, lalu siapa? Jika tdk skrg, lalu kpn? Dan jika anda menghindari kga2lan, kpn anda bisa mndekati berhasil !! MTGH
kumpulan 3
Mulailah dengan mengerjakan hal-hal yang perlu; kemudian mengerjakan hal-hal yang mungkin; dan tiba-tiba Anda mengerjakan hal-hal yang mustahil. (St Fransiskus dari Asisi)
Jangan tunjukkan rasa sedih,marah kepada orang lainTapi tunjukan senyum terindahmu bagi orang lain, maka orang lainpun kan tersenyum kepadamukarena dengan melihat senyum orang lain kita kan merasa bahagia...
"Embun pagi yang ingin membersihkan akal dan pikiran Kita, berilah celah dengan senyuman menyapa pagi-hingga energi positifnya memasuki Diri membilas semuanya-dan mulai detik ini juga tanpa menunda, tentukan langkah sukses kecil Kita untuk meraih yang lebih hebat kedepannya. Tanpa yang kecil mana dapat membentuk yang besar." (Present by Wong Ling Lung).
Kadang kita tidak MENGHARGAI apa yg telah kita MILIKI..Saat KEHILANGAN baru MENYADARINYA..Akan tetapi lebih baik BELAJAR mulai MENSYUKURI dan MENGHARGAI segalanya..dari HAL yang TERKECIL dan SEDERHANA...
"Yakinkan
dan katakan pada Diri-Aku bisa dan akan menyelesaikannya dengan sangat
baik. Keraguan bukanlah teman yang baik bagi Diri. Kebahagian hati
terpenuhi jika menuntaskan dan mewujudkan impian yang terpendam-tidak
ada kata tidak bisa, harus bisa.
Jangan ucap kan apa yang kau pikir kan....tapi pikir kan apa yang kau ucap kan...!!
Terkadang TUHAN membiarkan kita msk dlm lembah kekelaman dan membiarkan ''seolah-olah'' kita ditinggalkan sendirian. Namun pada saat2 seperti itulah IMAN kita sebenarnya sedang diuji .......
JESUS BLESS YOU
Bila Anda berpikir Anda bisa,maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa..
kumpulan 2
Biarlah Tuhan yg bkrja di dlm hidup krn Rencana Tuhan indah n tdk pernah salah...
5 PENYESALAN dalam hidup :
1.Salah masak nasi menyesal seharian.
2.Salah gunting rambut menyesal sebulan.
3.Salah mengerjakan soal ujian menyesal setahun.
.4.Salah memilih pasangan hidup menyesal seumur hidup
5.Salah memilih JURU SELAMAT menyesal selama-lamanya.
Jika
tindakanmu menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar
lebih, berlaku lebih, dan menjadi lebih, maka kamu adalah pemimpin...
Jangan pernah menganggap dirimu kecil, Sebab sebuah lentera dapat
melakukan apa yang tidak akan pernah dapat matahari lakukan yaitu
dengan bersinar di malam hari. Be positive. Be inspirative. Be
optimist. Be happy. Be winner. Be blessed. And Be success..
I've got a chance for a sweet sane life,I've got a plan, look forward in my eyes
talk less do more....!!!
help of the Lord Jesus, be quick, could also slow, but it is never too late...
Bersama Tuhan segunung bebanpun terasa ringan, tanpaTuhan buluh yang ringanpun terasa berat.
wonderful life if you know where the correct path
Sebuah
panah akan meluncur ke depan setelah ditarik ke belakang, sebuah peluru
akan meluncur ke depan setelah pelatuk ditarik ke belakang; setiap
orang akan mendapatkan kebahagiaan setelah menghadapi kesulitan, jadi
jangan takut untuk menghadapi kesulitan, karena mereka yang akan
...mendorongmu untuk maju..
kumpulan 1
The future belongs to those who, your worries will be over..!
God gives answers in three ways:
- He says YES and gives you what you want
- He says NO and gives you something better
- He says WAIT and gives you the best
Money can buy a house, but not a home.
Money can buy a bed, but not sleep.
Money can buy a clock, but not time.
Money can buy a book, but not knowledge.
Money can buy food, but not an appetite.
.Money can buy position, but not respect.
Money can buy blood, but not life.
Money can buy medicine, but not health.
Money can buy sex, but not love.
Money can buy insurance, but not safety.
God gave you a gift of 86,400 seconds today. Have you used one to say "Thank You"?
Saat kita putus asa,pilihlh utk ttp maju
Saat kita tdk paham maksud Tuhan, pilihlh utk prcaya
Saat kita trtekn olh kkecewaan,pilihlah utk brsyukur
Saat kita bingung mnghadapi hidup,pilihlah utk brserah
Saat kita mrasa benar tpi disalahkn,pilihlah utk diam
.Saat kita dikhianati,ttplah mngasihi
Saat kita ingin mnghakimi org lain,pilihlh utk mngampuni, krn sgla prkara dpt kita tanggung didlm DIA yg mmberi kkuatn
Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu, Dia tidak menghukumMu.
Namun hanya membuka TanganMu untuk menerima sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya..
Kadang kala kita tidak perlu melihat semua anak tangga.
Jika ingin naik, segera naiklah selangkah demi selangkah.
Semakin tinggi kita naik, semakin jelas langkah yang akan kita tempuh selanjutnya.
Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas!
karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas..
rumus kesuksesan...
1% Pikiran + 98% Usaha & Dukungan = 99% Kegagalan. Karena masih kurang 1% Doa. Meskipun Doa hanya 1% tapi Doa bisa mengubah 99% Kegagalan menjadi 100% Kesuksesan..
Berbagi kita Sahabat akan pengalaman perjalan hidup ini..
Kehilangan seseorang bukanlah akhir dari hidup kita. Masih ada lebih banyak alasan untuk kita tetap bersyukur dan menikmati hari ini dengan sederhana namun penuh sukacita.
Jujur aja, sekali ini saja saya kehilangan seseorang yang pernah dirasa begitu penting bahkan tetap penting sampai sekarang. Dan jujur,,,rasa sakit dan sedih itu akan muncul lagi saat saya mengingatnya dan membuka kembali kotak kenangan yang telah lama terkunci. Pada suatu waktu ingin sekali saya membuang kunci itu, namun ada rasa takut dan tidak rela berpisah dengan semua kenangan dan pengalaman yang telah menjadikan saya seperti sekarang ini. *dan sampai sekarang saya menyimpan kunci itu dengan baik *
Banyak lagu-lagu "menyarankan" kita untuk melupakan dan meninggalkan semua kenangan "istilahnya tutup buku" yang pernah kita simpan bersama seseorang. Bukannya saya tidak setuju, terkadang memang kita ingin melupakan segala hal yang mengusik serta mengganggu pikiran dan perasaan kita,namun itu semua tidak mungkin dilupakan karena memori otak manusia mempunyai space yang sangat besar dan mampu menampung semua kenangan yang kita alami sepanjang hidup kita. Biarlah kenangan itu tersimpan rapi didalam kotak-kotak manis dan jangan lupa menamainya agar dapat dengan mudah kita temukan suatu saat nanti . Kunci kotak tersebut dan biarkan dia tetap disana dengan tenang. Jangan mengusiknya jika kita tidak ingin penasaran dan menengok kembali ke dalamnya.
Lalu kapan kita membuka kembali kotak-kotak itu??
Adalah pada saat kita telah mengalami sebuah proses hidup yang tidak pernah berubah, yaitu perubahan... buka kotak itu perlahan, dan apabila airmata tidak lagi menetes, artinya kita telah mengalami perubahan itu. Apabila airmata kita masih menetes, bukan berarti kita tidak mengalami perubahan. Kita mengalami, namun bukan pada hati kita. Manusia bisa merubah gaya, nama, wajah, bahkan jenis kelamin, namun sangat sulit merubah hati. Terkadang ucapan mulut dan hati saling berlawanan,dan itu membuat kita membodohi hati dan diri sendiri. Terkadang hati juga dengan terpaksa menyetujui apa yang dikatakan mulut, dan itu membuat kita (mungkin) menyesal kemudian. Yang paling sulit adalah mengucapkan apa yang hati kita rasa dan inginkan, dan itu butuh pengorbanan .
Jika suatu hari kita menemukan kembali apa yang telah terhilang, itu disebut KEAJAIBAN. Namun jika yang kita temui adalah rasa kehilangan yang terus menerus, percayalah jika akan tiba saatnya kita mendapatkan pengganti rasa kehilangan itu. Mungkin pengganti itu tidak seperti yang kita inginkan, namun yakinlah itu yang terbaik .
Dalam proses itu akan dibutuhkan penantian panjang dan sering sekali kita merasa "it's over", "I'm done", "I'm giving up", jangan patah semangat dulu kawan... .Coba lihat sekeliling kita, teman kita, sahabat kita, keluarga kita, mereka semua Tuhan berikan untuk mendampingi kita dan memberi kita semangat. Sesulit apapun itu, pasti harus dijalani dan sejauh apapun sebuah perjalanan pasti akan mempunyai tempat perhentian terakhir walaupun bukan tempat tujuan yang kita inginkan. mari kawan kita Cari dan dapatkan itu... Suatu tempat yang membuat kita nyaman itulah tempat perhentian terakhir kita.
“Hope I'll find it soon”
Dan tentu saja, setelah berada di tempat perhentian terakhir itu,coba buka kembali kotak-kotak yang sempat terlupa itu. Percayalah kawan, sepahit apapun kenangan yang ada di dalamnya,tetap sisakan senyum dan syukur. Senyum mengingat setiap potongan-potongan kenangan yang sekarang hanya menjadi potongan kecil di puzzle kehidupan kita dan syukur karena telah memiliki kenangan yang begitu hebat dan menjadikan kita seperti kita yang sekarang. Tanpa mereka semua, mungkin kita tidak akan pernah menemukan tempat perhentian terakhir yang nyaman ini.
God Bless You..
Jujur aja, sekali ini saja saya kehilangan seseorang yang pernah dirasa begitu penting bahkan tetap penting sampai sekarang. Dan jujur,,,rasa sakit dan sedih itu akan muncul lagi saat saya mengingatnya dan membuka kembali kotak kenangan yang telah lama terkunci. Pada suatu waktu ingin sekali saya membuang kunci itu, namun ada rasa takut dan tidak rela berpisah dengan semua kenangan dan pengalaman yang telah menjadikan saya seperti sekarang ini. *dan sampai sekarang saya menyimpan kunci itu dengan baik *
Banyak lagu-lagu "menyarankan" kita untuk melupakan dan meninggalkan semua kenangan "istilahnya tutup buku" yang pernah kita simpan bersama seseorang. Bukannya saya tidak setuju, terkadang memang kita ingin melupakan segala hal yang mengusik serta mengganggu pikiran dan perasaan kita,namun itu semua tidak mungkin dilupakan karena memori otak manusia mempunyai space yang sangat besar dan mampu menampung semua kenangan yang kita alami sepanjang hidup kita. Biarlah kenangan itu tersimpan rapi didalam kotak-kotak manis dan jangan lupa menamainya agar dapat dengan mudah kita temukan suatu saat nanti . Kunci kotak tersebut dan biarkan dia tetap disana dengan tenang. Jangan mengusiknya jika kita tidak ingin penasaran dan menengok kembali ke dalamnya.
Lalu kapan kita membuka kembali kotak-kotak itu??
Adalah pada saat kita telah mengalami sebuah proses hidup yang tidak pernah berubah, yaitu perubahan... buka kotak itu perlahan, dan apabila airmata tidak lagi menetes, artinya kita telah mengalami perubahan itu. Apabila airmata kita masih menetes, bukan berarti kita tidak mengalami perubahan. Kita mengalami, namun bukan pada hati kita. Manusia bisa merubah gaya, nama, wajah, bahkan jenis kelamin, namun sangat sulit merubah hati. Terkadang ucapan mulut dan hati saling berlawanan,dan itu membuat kita membodohi hati dan diri sendiri. Terkadang hati juga dengan terpaksa menyetujui apa yang dikatakan mulut, dan itu membuat kita (mungkin) menyesal kemudian. Yang paling sulit adalah mengucapkan apa yang hati kita rasa dan inginkan, dan itu butuh pengorbanan .
Jika suatu hari kita menemukan kembali apa yang telah terhilang, itu disebut KEAJAIBAN. Namun jika yang kita temui adalah rasa kehilangan yang terus menerus, percayalah jika akan tiba saatnya kita mendapatkan pengganti rasa kehilangan itu. Mungkin pengganti itu tidak seperti yang kita inginkan, namun yakinlah itu yang terbaik .
Dalam proses itu akan dibutuhkan penantian panjang dan sering sekali kita merasa "it's over", "I'm done", "I'm giving up", jangan patah semangat dulu kawan... .Coba lihat sekeliling kita, teman kita, sahabat kita, keluarga kita, mereka semua Tuhan berikan untuk mendampingi kita dan memberi kita semangat. Sesulit apapun itu, pasti harus dijalani dan sejauh apapun sebuah perjalanan pasti akan mempunyai tempat perhentian terakhir walaupun bukan tempat tujuan yang kita inginkan. mari kawan kita Cari dan dapatkan itu... Suatu tempat yang membuat kita nyaman itulah tempat perhentian terakhir kita.
“Hope I'll find it soon”
Dan tentu saja, setelah berada di tempat perhentian terakhir itu,coba buka kembali kotak-kotak yang sempat terlupa itu. Percayalah kawan, sepahit apapun kenangan yang ada di dalamnya,tetap sisakan senyum dan syukur. Senyum mengingat setiap potongan-potongan kenangan yang sekarang hanya menjadi potongan kecil di puzzle kehidupan kita dan syukur karena telah memiliki kenangan yang begitu hebat dan menjadikan kita seperti kita yang sekarang. Tanpa mereka semua, mungkin kita tidak akan pernah menemukan tempat perhentian terakhir yang nyaman ini.
God Bless You..
sedikit memahami filosofi jawa..
"Dadio banyu, ojo dadi watu" (Jadilah air, jangan jadi batu).
Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.
Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.
Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?
Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.
Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.
"Sopo Sing Temen Bakal Tinemu"
Filosofi lainnya adalah kata-kata "Sopo sing temen, bakal tinemu" (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.
Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.
"Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan"
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).
Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).
Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.
Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.
kawruh kejawen
Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.
Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.
Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?
Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.
Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.
"Sopo Sing Temen Bakal Tinemu"
Filosofi lainnya adalah kata-kata "Sopo sing temen, bakal tinemu" (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.
Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.
"Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan"
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).
Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).
Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.
Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.
kawruh kejawen
hidup bagaikan korek..?
Banyak orang memimpikan hidup
yang bergelora dan benderang
seperti api unggun yang melangit jilatan apinya,
tetapi hidup dengan semangat
seperti KOREK BASAH.
Hmm ...
Kasihan ya ..,
orang yang ayahnya atau ibunya korek basah,
anaknya, pasangannya, pemimpinnya,
dan sahabatnya korek basah.
Semoga Tuhan merestui upaya kita
untuk menjadi korek yang GALAK
untuk memulai api unggun
yang membesarkan kehidupan.....
Mario Teguh
yang bergelora dan benderang
seperti api unggun yang melangit jilatan apinya,
tetapi hidup dengan semangat
seperti KOREK BASAH.
Hmm ...
Kasihan ya ..,
orang yang ayahnya atau ibunya korek basah,
anaknya, pasangannya, pemimpinnya,
dan sahabatnya korek basah.
Semoga Tuhan merestui upaya kita
untuk menjadi korek yang GALAK
untuk memulai api unggun
yang membesarkan kehidupan.....
Mario Teguh
"untitled"
kita tidak pernah tahu apa maksud Tuhan di balik cobaan dan penderitaan yg diberikan-Nya kepada kita. Yang pasti bila kita menjalaninya dengan hati ikhlas dan semata-mata demi mengagungkan nama Tuhan, kelak semuanya menjadi sumber kebahagiaan kita.
God Bless You..
God Bless You..
Chicken soup vo da souL
Sejarah telah menunjukkan bahwa pemenang-pemenang terkenal biasanya menemui hambatan yang menyakitkan sebelum mereka berhasil. Mereka berhasil karena tidak berkecil hati oleh kegagalan-kegagalan mereka.
-B.C.Forbes-
Nilai tertinggi seorang manusia bukanlah dimana ia berpijak pada saat-saat nyaman dan menyenangkan, tetapi dimana ia berpijak pada saat-saat tantangan dan pertentangan.
-Marthin Luther King Jr.-
God Bless You
-B.C.Forbes-
Nilai tertinggi seorang manusia bukanlah dimana ia berpijak pada saat-saat nyaman dan menyenangkan, tetapi dimana ia berpijak pada saat-saat tantangan dan pertentangan.
-Marthin Luther King Jr.-
God Bless You
I cried for my brother six times..
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kkalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, ” Ada seorang ppenduduk dusun menunggumu di luar sana !” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit.. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.
Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
God Bless You
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kkalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, ” Ada seorang ppenduduk dusun menunggumu di luar sana !” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit.. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.
Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
God Bless You
Hal yang Tak Terlupakan dari Sosok Ayah..
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”(inget tuh yg ngrasa..)
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati…
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…
kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa,
Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin…
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Babe, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Papah, I love you so much
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”(inget tuh yg ngrasa..)
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati…
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…
kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa,
Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin…
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Babe, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Papah, I love you so much
8 beautiful gift..
Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
Kehadiran Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
Mendengar Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
Diam Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.
Kebebasan Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “kamu bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Keindahan Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
Tanggapan Positif Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
Kesediaan Mengalah Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Senyuman Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi.
Semoga memberi inspirasi bagi kita untuk semakin mampu membahagiakan sesama, semoga semua hidup berbahagia…..
God Bless You...
Kehadiran Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
Mendengar Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
Diam Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.
Kebebasan Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “kamu bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Keindahan Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
Tanggapan Positif Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.
Kesediaan Mengalah Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Senyuman Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi.
Semoga memberi inspirasi bagi kita untuk semakin mampu membahagiakan sesama, semoga semua hidup berbahagia…..
God Bless You...
Langganan:
Postingan (Atom)





