Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlag bibir yyang dolak-dalik dari padamu (amsal 4:24)
Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata (amsal 12:19)
Sebuah kebohongan kecil dapat berjalan berjalan mengelilingi setengah dunia sedangkan kebenaran mangikat tali sepatu botnya (Mark Twain)
Kebohongan adalah puncak dari kejahatan, ketika kebohongan-kebohongan yang tidak membahayakan sama sekali tidak ada, karena sebuah kebohongan seluruhnya adalah kebohongan; dusta adalah personifikasi dari kejahatan: Setan punya dua nama: ia dipanggil setan, dan ia dipanggil bapa dusta. (Viktor Hugo)
Sebuah kebohongan itu seperti bola salju, semakin anda gelindingkan, ia menjadi semakin besar (Marthin Luther)
Sahabat God Message yang setia, mari kita belajar bekata benar, ya katakan ya, dan tidakkatakan tidak, selebihnya daripada itu berasal dari si jahat.
Ada orang yang memilik karakter bohong, saudara tahu, jika karakter bohong kita pelihara, maka lama-lama akan menjadi tabiat. Jika tabiat kita bohong, maka tabiat itulah yang akan menghancurkan kita.
Kami berdoa, setelah Anda membaca Pesan Tuhan hari ini (God Message Today), anda akan diubahkan oleh Tuhan.
Doa:
“Ya Bapa ampuni kami jika kami memiliki kebiasaan bohong, mulai dari kebiasaan bohong yang kecil hingga yang besar. Baik yang kecil dan besar adalah semua kebohongan. Ampuni suamiku, ampuni isteriku, ampuni seluruh keluargaku yang pernah berbohong. Kami menyadari ketika kami berbohong, maka kami hidup jauh dari Tuhan dan juga jauh dri berkat. Biarlah engkau memberikan kepada kami pengampunan, dan Engkau memulihkan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Haleluya. Amin”
Jessy Matruti
Kamis, 17 Februari 2011
Hidup Dengan Rasa Tertuduh
Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. –Efesus 1:6-7
Kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan diterima oleh-Nya sebagaimana diri kita. Kasih sayang-Nya tidak bersyarat bagi kita, tidak berbatas dan melimpah bagi kita. Oleh kasih karunia-Nya, kita menerima pengampunan, penebusan dan keselamatan. Ini berarti kita tidak usah sempurna dahulu untuk menjadi benar di hadapan Allah. Melalui iman kita di dalam Tuhan, kita dibenarkan, kita menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Namun ada hal-hal yang bisa membuat janji dan berkat Allah tidak terjadi dalam kehidupan kita.
Walaupun sudah bertobat, menerima pengampunan dan lahir baru, kita bisa hidup di bawah self-condemnation, hidup dengan rasa tertuduh, terhukum, bersalah. Kita masih merasa bersalah atas dosa masa lampau kita, merasa diri kita tidak layak dan tidak bisa menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan. Ini membuat kita tawar hati dan patah semangat, akibatnya kita tidak bisa hidup dibebaskan dan dilepaskan total. Jika Anda seperti ini, fondasi kekristenan Anda sudah salah.
Sadari bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan untuk kita terus merasa bersalah atau tertuduh (Roma 8:1). Tuhan mengasihi kita, karena itu Dia mengampuni kita. Allah berkata bahwa jika kita mengaku dosa Dia setia dan adil mengampuni kita (1 Yohanes 1:9). Terima dan percaya ini oleh karena iman kita di dalam janji-Nya, bukan karena apa yang kita rasa. Di mata Tuhan kita adalah orang yang dikuduskan, dibenarkan, disucikan. Kalau Anda tidak percaya pengampunan dari Tuhan dan membawa rasa tertuduh selalu, Anda akan menjadi Kristen yang tidak percaya diri dan lemah.
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar! –Yesaya 43:25-26
By: Dr. Keith Johnson
Kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan diterima oleh-Nya sebagaimana diri kita. Kasih sayang-Nya tidak bersyarat bagi kita, tidak berbatas dan melimpah bagi kita. Oleh kasih karunia-Nya, kita menerima pengampunan, penebusan dan keselamatan. Ini berarti kita tidak usah sempurna dahulu untuk menjadi benar di hadapan Allah. Melalui iman kita di dalam Tuhan, kita dibenarkan, kita menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Namun ada hal-hal yang bisa membuat janji dan berkat Allah tidak terjadi dalam kehidupan kita.
Walaupun sudah bertobat, menerima pengampunan dan lahir baru, kita bisa hidup di bawah self-condemnation, hidup dengan rasa tertuduh, terhukum, bersalah. Kita masih merasa bersalah atas dosa masa lampau kita, merasa diri kita tidak layak dan tidak bisa menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan. Ini membuat kita tawar hati dan patah semangat, akibatnya kita tidak bisa hidup dibebaskan dan dilepaskan total. Jika Anda seperti ini, fondasi kekristenan Anda sudah salah.
Sadari bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan untuk kita terus merasa bersalah atau tertuduh (Roma 8:1). Tuhan mengasihi kita, karena itu Dia mengampuni kita. Allah berkata bahwa jika kita mengaku dosa Dia setia dan adil mengampuni kita (1 Yohanes 1:9). Terima dan percaya ini oleh karena iman kita di dalam janji-Nya, bukan karena apa yang kita rasa. Di mata Tuhan kita adalah orang yang dikuduskan, dibenarkan, disucikan. Kalau Anda tidak percaya pengampunan dari Tuhan dan membawa rasa tertuduh selalu, Anda akan menjadi Kristen yang tidak percaya diri dan lemah.
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar! –Yesaya 43:25-26
By: Dr. Keith Johnson
KUTUK KETURUNAN
“Sebuah Evaluasi Singkat Terhadap Ajaran Kutuk Keturunan”
Apakah ajaran kutuk Keturunan ini Alkitabiah?
* “Ya”, kata beberapa pelayan Injil seperti Neil Anderson dan Marilyn Hinckey.
Dasar Alkitab yang paling sering mereka gunakan :
* Keluaran 20: 5 - “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku…”
Tanda-tanda dari mereka yang mengalami “kutuk keturunan”:
Biasanya para penganjar kutuk keturunan menggunakan kitab Ulangan 28: 15-46 sebagai ayat pendukung. Derek Prince sebagai contoh, menyebutkan beberapa tanda yang menunjukkan adanya kutuk dalam diri seseorang adalah:
(1) Gangguan kejiwaan atau emosi;
(2) Penyakit menahun atau kambuhan;
(3) Kemandulan, keguguran yang berlangsung berkali-kali dan penyakit kewanitaan;
(4) Kehancuran rumah tangga dan keretakan dalam hubungan keluarga;
(5) Kemiskinan;
(6)Sering mengalami kecelakaan;
(7) Banyaknya kasus bunuh diri dan kematian yang tidak wajar atau mati muda dalam suatu keluarga.
Evaluasi terhadap pandangan ajaran “kutuk keturunan”
· Tentang Keluaran 20:5. Para penganut ajaran kutuk keturunan biasanya hanya membaca ayat ini saja, tanpa menghiraukan konteks pembicaraan yang lebih luas. Memang benar dalam ayat ini Allah digambarkan sebagai Allah pencemburu yang membalaskan murkanya pada keturunan keeempat dan kelima. Namun perhatikan baik-baik, obyek dari murka Allah adalah para penyembah berhala, bukan orang percaya. Apa yang terjadi bila keturunan para penyembah berhala berpaling kepada Allah, secara otomatis kutuk tersebut dianggap tak berlaku. Perhatikan baik-baik ayat 6! Allah digambarkan sebagai Allah yang penuh kasih karunia yang menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yang mengasihi dia dan berpegang pada perintah-perintahNya. Ayat ini secara otomatis diberlakukan kepada mereka, meski nenek moyang mereka berdosa di hadapan Allah.
· Sebuah ajaran tidak boleh diangkat dari satu bagian dari Alkitab dan melupakan bagian-bagian yang lain dari Alkitab. Perhatikan Yeh. 18: 22-32. “…Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.” Di sini terdapat sebuah perikop yang dengan tegas menyanggah adanya ide tentang kutuk keturunan.
· Perjanjian Baru dengan lebih tegas memberikan gambaran bahwa hidup dari orang-orang beriman adalah HIDUP YANG BENAR-BENAR MERDEKA (Yoh 8: 36) karena kutuk yang harus mereka tanggung telah ditanggung sepenuhnya oleh YESUS KRISTUS (Gal 3:13).
Kesimpulan:
· Ajaran kutuk keturunan kurang bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. Lalu pertanyaannya adalah: “kenapa populer?” Di sini, penjelasan psikologis dan sosiologis mungkin bisa memberikan jawaban. Manusia modern adalah manusia yang hidup dalam suasana kehidupan yang serba cepat, yang menawarkan solusi “instant” atas segala masalah. Kehidupan Kristen pada kenyataannya tidak melepaskan kita dari segala macam problema kehidupan. Kita sudah Kristen, kenapa tetap kekurangan. Kita sudah Kristen kenapa mengalami perceraian. Kita sudah Kristen kenapa kita mengalami kemalangan. Kita sudah Kristen kenapa tetap sakit. Solusi yang paling cepat dan masuk akal terhadap masalah ini bagi orang Kristen modern adalah: karena anda masih terikat dengan kutuk! Jadi mari kita patahkan kutuk itu, supaya masalah tuntas tas! Padahal problema sesungguhnya belum tentu pada apa yang dipercayai sebagai kutuk itu sendiri. Problema perceraian dalam rumah tangga Kristen sebagai misal, alih-alih disebabkan oleh “kutuk”, lebih disebabkan oleh gaya hidup modern kita yang cenderung materialistis dan kurang mementingkan hubungan antar-pribadi.
· Hal yang tak kalah pentingnya adalah kecenderungan dari tiap manusia untuk menolak penimpahan kesalahan pada dirinya sendiri. Ketika dia gagal, dia cenderung untuk mencari obyek dari kegagalannya. Yang paling muda dijadikan “kambing hitam” di sini adalah adanya “kutuk”.
· Yang terakhir, yang perlu kita camkan adalah kecenderungan manusia untuk memahami segala-segalanya dan penolakannya untuk merangkul misteri. Padahal kehidupan itu sendiri penuh misteri. Ketika manusia menuruti obsesinya ini, maka ia akan cenderung untuk menjelaskan segala sesuatu, bahkan yang tak terjelaskan. Kenapa orang benar menderita? Kenapa orang beriman mengalami kemalangan?” Alkitab tidak memberikan jawaban yang definitif. Yang ada adalah jawaban yang samar. Yang ada adalah sebuah misteri. Yang ada adalah bukannya jawaban terhadap pertanyaan “why (mengapa) kita mengalami ini semua padalah kita orang beriman?” tetapi “how (bagaimana) kita menghadapi ini semua sebagai orang beriman?”. Anehnya penginjil-penginjil masa kini berusaha menyederhanakan masalah ini dengan sebuah jawaban yang terlalu naif: - adanya kutuk! Dengan jawaban ini, mereka mungkin mampu memuaskan keingintahuan sebagian dari kita. Tapi sayang dengan menolak “misteri kehidupan” mereka tidak berjalan dalam jalan yang ditempuh penulis-penulis kitab suci dengan berani merangkul misteri ini.
From : ACCA
SHALOM "SJSD"... TUHAN YESUS MENYERTAI KITA SEMUA, AMIN...!
Apakah ajaran kutuk Keturunan ini Alkitabiah?
* “Ya”, kata beberapa pelayan Injil seperti Neil Anderson dan Marilyn Hinckey.
Dasar Alkitab yang paling sering mereka gunakan :
* Keluaran 20: 5 - “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku…”
Tanda-tanda dari mereka yang mengalami “kutuk keturunan”:
Biasanya para penganjar kutuk keturunan menggunakan kitab Ulangan 28: 15-46 sebagai ayat pendukung. Derek Prince sebagai contoh, menyebutkan beberapa tanda yang menunjukkan adanya kutuk dalam diri seseorang adalah:
(1) Gangguan kejiwaan atau emosi;
(2) Penyakit menahun atau kambuhan;
(3) Kemandulan, keguguran yang berlangsung berkali-kali dan penyakit kewanitaan;
(4) Kehancuran rumah tangga dan keretakan dalam hubungan keluarga;
(5) Kemiskinan;
(6)Sering mengalami kecelakaan;
(7) Banyaknya kasus bunuh diri dan kematian yang tidak wajar atau mati muda dalam suatu keluarga.
Evaluasi terhadap pandangan ajaran “kutuk keturunan”
· Tentang Keluaran 20:5. Para penganut ajaran kutuk keturunan biasanya hanya membaca ayat ini saja, tanpa menghiraukan konteks pembicaraan yang lebih luas. Memang benar dalam ayat ini Allah digambarkan sebagai Allah pencemburu yang membalaskan murkanya pada keturunan keeempat dan kelima. Namun perhatikan baik-baik, obyek dari murka Allah adalah para penyembah berhala, bukan orang percaya. Apa yang terjadi bila keturunan para penyembah berhala berpaling kepada Allah, secara otomatis kutuk tersebut dianggap tak berlaku. Perhatikan baik-baik ayat 6! Allah digambarkan sebagai Allah yang penuh kasih karunia yang menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yang mengasihi dia dan berpegang pada perintah-perintahNya. Ayat ini secara otomatis diberlakukan kepada mereka, meski nenek moyang mereka berdosa di hadapan Allah.
· Sebuah ajaran tidak boleh diangkat dari satu bagian dari Alkitab dan melupakan bagian-bagian yang lain dari Alkitab. Perhatikan Yeh. 18: 22-32. “…Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.” Di sini terdapat sebuah perikop yang dengan tegas menyanggah adanya ide tentang kutuk keturunan.
· Perjanjian Baru dengan lebih tegas memberikan gambaran bahwa hidup dari orang-orang beriman adalah HIDUP YANG BENAR-BENAR MERDEKA (Yoh 8: 36) karena kutuk yang harus mereka tanggung telah ditanggung sepenuhnya oleh YESUS KRISTUS (Gal 3:13).
Kesimpulan:
· Ajaran kutuk keturunan kurang bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. Lalu pertanyaannya adalah: “kenapa populer?” Di sini, penjelasan psikologis dan sosiologis mungkin bisa memberikan jawaban. Manusia modern adalah manusia yang hidup dalam suasana kehidupan yang serba cepat, yang menawarkan solusi “instant” atas segala masalah. Kehidupan Kristen pada kenyataannya tidak melepaskan kita dari segala macam problema kehidupan. Kita sudah Kristen, kenapa tetap kekurangan. Kita sudah Kristen kenapa mengalami perceraian. Kita sudah Kristen kenapa kita mengalami kemalangan. Kita sudah Kristen kenapa tetap sakit. Solusi yang paling cepat dan masuk akal terhadap masalah ini bagi orang Kristen modern adalah: karena anda masih terikat dengan kutuk! Jadi mari kita patahkan kutuk itu, supaya masalah tuntas tas! Padahal problema sesungguhnya belum tentu pada apa yang dipercayai sebagai kutuk itu sendiri. Problema perceraian dalam rumah tangga Kristen sebagai misal, alih-alih disebabkan oleh “kutuk”, lebih disebabkan oleh gaya hidup modern kita yang cenderung materialistis dan kurang mementingkan hubungan antar-pribadi.
· Hal yang tak kalah pentingnya adalah kecenderungan dari tiap manusia untuk menolak penimpahan kesalahan pada dirinya sendiri. Ketika dia gagal, dia cenderung untuk mencari obyek dari kegagalannya. Yang paling muda dijadikan “kambing hitam” di sini adalah adanya “kutuk”.
· Yang terakhir, yang perlu kita camkan adalah kecenderungan manusia untuk memahami segala-segalanya dan penolakannya untuk merangkul misteri. Padahal kehidupan itu sendiri penuh misteri. Ketika manusia menuruti obsesinya ini, maka ia akan cenderung untuk menjelaskan segala sesuatu, bahkan yang tak terjelaskan. Kenapa orang benar menderita? Kenapa orang beriman mengalami kemalangan?” Alkitab tidak memberikan jawaban yang definitif. Yang ada adalah jawaban yang samar. Yang ada adalah sebuah misteri. Yang ada adalah bukannya jawaban terhadap pertanyaan “why (mengapa) kita mengalami ini semua padalah kita orang beriman?” tetapi “how (bagaimana) kita menghadapi ini semua sebagai orang beriman?”. Anehnya penginjil-penginjil masa kini berusaha menyederhanakan masalah ini dengan sebuah jawaban yang terlalu naif: - adanya kutuk! Dengan jawaban ini, mereka mungkin mampu memuaskan keingintahuan sebagian dari kita. Tapi sayang dengan menolak “misteri kehidupan” mereka tidak berjalan dalam jalan yang ditempuh penulis-penulis kitab suci dengan berani merangkul misteri ini.
From : ACCA
SHALOM "SJSD"... TUHAN YESUS MENYERTAI KITA SEMUA, AMIN...!
God Message Today
MENYADARI PERBUATAN DOSA II Samuel 12: 1-9
Kadang kala kita melakukan dosa tanpa sadar, bahkan dosa itu sengaja kita lakukan. Tahukah saudara, salah satu akibat dosa adalah kegagalan. Banyak orang tidak mau mengintropeksi dirinya, ketika gagal, yang ada menyalahkan orang lain.
Daud adalah contoh bagi kita yang pada awalnya ia tidak menyadari perbuatan dosanya, ia mengambil istri orang lain (Uria), bukan hanya itu kejahatannya adalah merancangkan pembunuhan berencana terhadap Uria, dengan cara mengutusnya berperang, lalu pasukan mengundurkan diri dan membiarkan Uria berperang sendirian, hingga ia tewas.
Apakah kita seringkali melakukan dosa dan tidak menyadarinya?
Berikut ini adalah bagaimana kita dapat menyadari dosa2 kita?
1. Konfrontasi, membantu kita untuk melihat kelemahan-kelemahan kita (ayat 1-9)
Natan mengkonfrontasi Daud dengn cara memberikan perumpaan ada dua orang yang satu kaya dan yang satu miskin, yang kaya kedatangan tamu (musafir/pemgembara), lalu dengan seenaknya mengambil dan merampas anak domba si miskin yang hanya satu2nya. Daud bergitu marah mendengar perumpaan itu dan bertanya siapa orangnya yang melakukan demikian biarlah ia di hukum mati. Tetapi Natan menunjuk pada dirinya. Saat dikonfrontasi Daud menyadari dosa2nya. Ia tidak menyalahkan Bersyeba, apalagi menyalahkan Tuhan. Ia menyadari dan menyesali segala dosa2nya.
Jika kita dikonfrontasi oleh hamba Tuhan segala dosa2 kita, janganlah kit marah, membela dari apalagi menyalahkan orang lain.
2. Menerima tempelakkan dan koreksi (Mazmur 32:1-)
Jika kita dikoreksi dosa-dosa kita, kita harus menerimanya dengan segala kerendahan hati. Daud menerima koreksi dari Natan, dan ditempelak oleh Firman Tuhan. Sekalipun ada konsekuensi dari dosa yang dilakukannya, ia tetap menerima koreksi tersebut. Perbedaan Daud dengan Saul adalah ketika Saul dikoreksi oleh Samuel dosanya, Saul membela diri dan menyalahkan rakyatnya. Itulah yang membuat Tuhan tidak berkenan, dan akibatnya Tuhan mencopot jabatannya.
Terimalah tempelakkan dan koreksi dri firman Tuhan, maka Ia akan menuntun kita kepada langkah2 berikutnya.
3. Dari Temankita dapat melihat kelemahan kita
Carilah teman yang bukan hanya teman bisnis, teman yang dapat menolong kita, teman kerja dan lain sebagainya. Tetapi lebih dari itu carilah teman yang dapat melihat kelemahan2 kita. Istri atau suami adalah teman yang paling dekat untuk melihat segala kelemahan kita. Teman dapat melihat dosa2 kita, kadangkala justru kita tidak bisa melihat dosa2 kita.
4. Hiduplah dalam lingkungan Rohani
Salah satu yang menyadari dosa2 kita, karena kita hidup berkomunitas dengan lingkungan rohani. Pada saat kita berdoa ada rekan seiman kita yang menegur atau mengingatkan perbuatan2 dosa kita.
Dengan siapa kita menghabiskan waktu ditengah2 lingkungan kita?
Jika kita menghabiskan waktu dengan orang2 fasik, maka kita tidak pernah mendapatkan kesadaran akan dosa2 kita. Jika kita tinggal dalam lingkungan rohani, maka lingkungan rohani kita yang membantu kita agar kita sadar dari dosa2 kita.
Semoga renungan ini bermanfaat bagi Anda. Tuhan Yesus memberkati
Jessy Matruti
Gembala GBI Haurgeulis II
Kadang kala kita melakukan dosa tanpa sadar, bahkan dosa itu sengaja kita lakukan. Tahukah saudara, salah satu akibat dosa adalah kegagalan. Banyak orang tidak mau mengintropeksi dirinya, ketika gagal, yang ada menyalahkan orang lain.
Daud adalah contoh bagi kita yang pada awalnya ia tidak menyadari perbuatan dosanya, ia mengambil istri orang lain (Uria), bukan hanya itu kejahatannya adalah merancangkan pembunuhan berencana terhadap Uria, dengan cara mengutusnya berperang, lalu pasukan mengundurkan diri dan membiarkan Uria berperang sendirian, hingga ia tewas.
Apakah kita seringkali melakukan dosa dan tidak menyadarinya?
Berikut ini adalah bagaimana kita dapat menyadari dosa2 kita?
1. Konfrontasi, membantu kita untuk melihat kelemahan-kelemahan kita (ayat 1-9)
Natan mengkonfrontasi Daud dengn cara memberikan perumpaan ada dua orang yang satu kaya dan yang satu miskin, yang kaya kedatangan tamu (musafir/pemgembara), lalu dengan seenaknya mengambil dan merampas anak domba si miskin yang hanya satu2nya. Daud bergitu marah mendengar perumpaan itu dan bertanya siapa orangnya yang melakukan demikian biarlah ia di hukum mati. Tetapi Natan menunjuk pada dirinya. Saat dikonfrontasi Daud menyadari dosa2nya. Ia tidak menyalahkan Bersyeba, apalagi menyalahkan Tuhan. Ia menyadari dan menyesali segala dosa2nya.
Jika kita dikonfrontasi oleh hamba Tuhan segala dosa2 kita, janganlah kit marah, membela dari apalagi menyalahkan orang lain.
2. Menerima tempelakkan dan koreksi (Mazmur 32:1-)
Jika kita dikoreksi dosa-dosa kita, kita harus menerimanya dengan segala kerendahan hati. Daud menerima koreksi dari Natan, dan ditempelak oleh Firman Tuhan. Sekalipun ada konsekuensi dari dosa yang dilakukannya, ia tetap menerima koreksi tersebut. Perbedaan Daud dengan Saul adalah ketika Saul dikoreksi oleh Samuel dosanya, Saul membela diri dan menyalahkan rakyatnya. Itulah yang membuat Tuhan tidak berkenan, dan akibatnya Tuhan mencopot jabatannya.
Terimalah tempelakkan dan koreksi dri firman Tuhan, maka Ia akan menuntun kita kepada langkah2 berikutnya.
3. Dari Temankita dapat melihat kelemahan kita
Carilah teman yang bukan hanya teman bisnis, teman yang dapat menolong kita, teman kerja dan lain sebagainya. Tetapi lebih dari itu carilah teman yang dapat melihat kelemahan2 kita. Istri atau suami adalah teman yang paling dekat untuk melihat segala kelemahan kita. Teman dapat melihat dosa2 kita, kadangkala justru kita tidak bisa melihat dosa2 kita.
4. Hiduplah dalam lingkungan Rohani
Salah satu yang menyadari dosa2 kita, karena kita hidup berkomunitas dengan lingkungan rohani. Pada saat kita berdoa ada rekan seiman kita yang menegur atau mengingatkan perbuatan2 dosa kita.
Dengan siapa kita menghabiskan waktu ditengah2 lingkungan kita?
Jika kita menghabiskan waktu dengan orang2 fasik, maka kita tidak pernah mendapatkan kesadaran akan dosa2 kita. Jika kita tinggal dalam lingkungan rohani, maka lingkungan rohani kita yang membantu kita agar kita sadar dari dosa2 kita.
Semoga renungan ini bermanfaat bagi Anda. Tuhan Yesus memberkati
Jessy Matruti
Gembala GBI Haurgeulis II
Rabu, 09 Februari 2011
Kesadaran
Mazmur 78:38
Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.
"Terlambat jika engkau menyadari kesalahanmu sekarang, harusnya kamu dengarkan saya sejak dulu!” Mungkin kalimat tersebut pernah kita dengar. Semua orang tahu penyesalan selalu datang terlambat. Jika datangnya di awal, itu namanya kewaspadaan. Namun, ironisnya dunia selalu mencibir orang-orang yang menyesal setelah “benjol terbentur tembok”. Itulah dunia. Sangat berbeda dengan Tuhan. Bagi-Nya, tidak ada kata terlambat untuk sebuah kesadaran dan pertobatan.
Kapan Yunus sungguh-sungguh menyadari kesalahannya? Tatkala ia ada di perut ikan; dalam situasi yang seolah-olah ia tidak mungkin lagi selamat. Sampai-sampai ia mengatakan bahwa pintu sudah terpalang baginya selamanya, artinya tidak ada jalan keluar lagi dari maut (ayat 6). Dalam kondisi seperti itulah Yunus mengingat Tuhan (ayat 7) dan sadar bahwa tidak ada gunanya lari meninggalkan Tuhan (ayat 8). Kalau kita mendengar doa Yunus, mungkin kita akan mencibir, “Mengapa engkau tidak mau sadar ketika hendak lari ke Tarsis? Jika ya, mungkin ceritanya tidak akan sampai begini. Sekarang, tanggunglah sendiri akibatnya!” Namun, Tuhan tidak mencibir penyesalan Yunus. Dia mendengar dan menerima seruan pertobatan Yunus dan merespons doa Yunus dengan memerintah ikan tersebut agar memuntahkannya ke darat.
Ada baiknya sadar sebelum berbuat dosa. Namun, jika sudah telanjur berdosa, ingatlah bahwa kesadaran itu tidak mengenal kata terlambat. Cepat bangkit, jangan berdiam terus dalam dosa, dan bertobatlah. Selain itu, sebagai sesama kita pun harus mau menjadi saudara bagi mereka yang mau menyesali kesalahan dan sungguh-sungguh bertobat. (Riand Yovindra/Renunganharian.net)
Dosa timbul dari ketidaktaatan, sebaiknya Anda waspada dengan tipu daya dosa.
Sumber :
Ruang Doa
Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.
"Terlambat jika engkau menyadari kesalahanmu sekarang, harusnya kamu dengarkan saya sejak dulu!” Mungkin kalimat tersebut pernah kita dengar. Semua orang tahu penyesalan selalu datang terlambat. Jika datangnya di awal, itu namanya kewaspadaan. Namun, ironisnya dunia selalu mencibir orang-orang yang menyesal setelah “benjol terbentur tembok”. Itulah dunia. Sangat berbeda dengan Tuhan. Bagi-Nya, tidak ada kata terlambat untuk sebuah kesadaran dan pertobatan.
Kapan Yunus sungguh-sungguh menyadari kesalahannya? Tatkala ia ada di perut ikan; dalam situasi yang seolah-olah ia tidak mungkin lagi selamat. Sampai-sampai ia mengatakan bahwa pintu sudah terpalang baginya selamanya, artinya tidak ada jalan keluar lagi dari maut (ayat 6). Dalam kondisi seperti itulah Yunus mengingat Tuhan (ayat 7) dan sadar bahwa tidak ada gunanya lari meninggalkan Tuhan (ayat 8). Kalau kita mendengar doa Yunus, mungkin kita akan mencibir, “Mengapa engkau tidak mau sadar ketika hendak lari ke Tarsis? Jika ya, mungkin ceritanya tidak akan sampai begini. Sekarang, tanggunglah sendiri akibatnya!” Namun, Tuhan tidak mencibir penyesalan Yunus. Dia mendengar dan menerima seruan pertobatan Yunus dan merespons doa Yunus dengan memerintah ikan tersebut agar memuntahkannya ke darat.
Ada baiknya sadar sebelum berbuat dosa. Namun, jika sudah telanjur berdosa, ingatlah bahwa kesadaran itu tidak mengenal kata terlambat. Cepat bangkit, jangan berdiam terus dalam dosa, dan bertobatlah. Selain itu, sebagai sesama kita pun harus mau menjadi saudara bagi mereka yang mau menyesali kesalahan dan sungguh-sungguh bertobat. (Riand Yovindra/Renunganharian.net)
Dosa timbul dari ketidaktaatan, sebaiknya Anda waspada dengan tipu daya dosa.
Sumber :
Ruang Doa
Selasa, 08 Februari 2011
Tertawa Berikan Efek Penyembuhan Serta Bakar Kalori
| |
| AMERIKA SERIKAT (Berita SuaraMedia) - Tertawa yang berulang bisa memiliki efek yang sama dengan olahraga. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim dari Loma Linda University Schools of Allied Health (SAHP) di Amerika Serikat. Penelitian menunjukkan, tertawa tidak hanya membuat perasaan menjadi lebih positif, tetapi juga menurunkan tingkat stres, meningkatkan imunitas, menurunkan kolesterol, dan tekanan darah. Efek ini juga dihasilkan olahraga santai. Penelitian dilakukan dengan meminta 14 responden menonton video berdurasi 20 menit yang menampilkan gambar sedih dan menyenangkan. Seluruh responden diukur tekanan darah dan diambil sampel darahnya, sebelum dan sesudah menonton. Peneliti kemudian menganalisa pengaruh eustress (tertawa riang) dan tekanan pada modulasi hormon kunci yang mengendalikan nafsu makan. Setiap sampel darah dipisahkan ke dalam komponen, lalu dilakukan pemeriksaan tingkat serum dua hormon yang memengaruhi nafsu makan, yaitu leptin dan ghrelin. Hasilnya, responden tidak menunjukkan perubahan signifikan kadar hormon nafsu makan setelah menonton video sedih selama 20 menit. Sebaliknya, responden yang menonton video lucu mengalami perubahan dalam tekanan darah serta perubahan tingkat leptin dan ghrelin. Secara khusus, tingkat penurunan leptin meningkatkan tingkat ghrelin, seperti efek akut dari latihan fisik yang moderat, dan sering dikaitkan dengan nafsu makan meningkat. "Realita utama dari penelitian ini adalah bahwa tertawa menyebabkan berbagai modulasi dan respons tubuh. Pengaruh tawa yang berulang adalah sama dengan pengaruh pelatihan berulang," kata Dr. Lee S. Berk, salah satu peneliti, seperti diberitakan dari Times of India. Penelitian ini menurut Berk bisa memberikan alternatif baru untuk meningkatkan nafsu makan pada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi Biologi Eksperimental 2010. "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang", begitulah jargon yang terkenal dari grup lawak Warkop Prambors. Mestinya, tertawa tak harus dipaksakan, malah harus yang spontan seperti bayi. Sebab, ternyata tertawa memiliki efek penyembuhan. Bahkan menurut penelitian terbaru, tertawa bisa menjadi alternatif latihan fisik bagi pasien tertentu. Penelitian ini dilakukan oleh Lee S. Berk, spesialis kesehatan pencegahan dan peneliti psychoneuroimmunology di Schools of Allied Health di Universitas Loma Linda, California, Amerika Serikat. Berk bersama koleganya, Jerry Petrofsky, menyimpulkan bahwa tertawa berpengaruh baik terhadap nafsu makan. "Bisa menormalkan atau meningkatkan nafsu makan," kata dia seperti dikutip situs Sciencedaily kemarin. Studi ini disampaikannya di depan pertemuan Experimental Biology 2010 di Anaheim, California, 24-28 April 2010. Tertawa yang dimaksud oleh Berk adalah tertawa riang yang dilakukan berulang-ulang atau mereka namakan laughercise. Ternyata respons tubuh terhadap tertawa sama dengan efek latihan fisik yang moderat. Laughercise meningkatkan suasana hati, menurunkan hormon stres, meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah sistolik, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Tertawa yang bisa menjadi terapi itu, menurut terapis tertawa Armand Archisaputra, adalah tertawanya bayi atau anak-anak. "Bayi tertawa dengan spontan," kata pendiri Klub Tertawa Seuri Euy ini ketika dihubungi kemarin. Menurut Armand, bayi tertawa karena bahagia. Mereka memakai otak kanan yang spontan. Sedangkan orang dewasa menggunakan otak kiri yang logis, sehingga membutuhkan rangsangan dari luar. Penelitian Berk menggunakan 14 relawan orang dewasa. Mereka diminta menonton film video berdurasi 20 menit. Pertama film yang dapat membangkitkan kesedihan (distress), kemudian menonton film yang menampilkan kelucuan (eustress). Selama penelitian, para peneliti mengukur tekanan darah serta mengambil sampel darah segera sebelum dan setelah menonton. Dari sampel darah tersebut, diperiksa dua hormon yang menunjukkan nafsu makan, yakni leptin dan ghrelin. Hasilnya kemudian diperbandingkan. Pada relawan yang menonton film sedih, tidak terlihat perubahan kadar hormonnya. Sebaliknya, pada subyek yang menonton video lucu, tingkat leptin-nya menurun, sedangkan ghrelin-nya meningkat, persis seperti pengaruh latihan fisik. Penelitian Berk ini memberikan wawasan baru bagi penyedia layanan kesehatan. Terutama dalam penanganan pasien orang tua, orang (janda atau duda) yang depresi karena baru kehilangan pasangannya, dan pengidap penyakit kronis. Pasien orang tua biasanya menjadi depresi, lalu ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik dan hilangnya nafsu makan. Tanpa asupan gizi yang cukup, pemulihan kesehatannya menjadi sulit. Nah, dengan laughercise diharapkan nafsu makan mereka bisa membaik. Arman setuju dengan kesimpulan Berk. Menurut pengalamannya sebagai terapis, tertawa juga bisa membakar kalori. "Satu menit tertawa lepas sama dengan membakar kalori dengan bersepeda selama 10 menit," kata Arman. Kaitannya dengan menambah nafsu makan ini, kata Arman, mungkin karena tertawa bisa bikin capek. Tertawa ala Bayi Tertawa yang baik adalah tertawa yang seperti bayi (inner laughter). Bayi tertawa spontan karena bahagia, tanpa perlu rangsangan, dan tanpa alasan logis. Bagaimana caranya agar bisa tertawa bergaya bayi? - Ubah pola pikir. Tertawa tak harus mendapat rangsangan dari luar. Dengan alasan internal, kita juga bisa tertawa. - Pasang niat untuk tertawa. Ingat, semua tergantung niat. - Munculkan sifat bermain-main. Anda bersikap lepas dan jangan pakai logika. Kalau pakai logika, tawa Anda akan jelek dan kelihatan jaga image. - Lakukanlah secara bersama. Jangan sendirian tertawa, nanti Anda dikira orang gila. Tapi Anda dilarang saling menertawakan sesama rekan, karena, jika sudah menertawakan, ketawa Anda mulai logis. - Lakukanlah pagi hari. Sebab, tertawa membutuhkan oksigen yang banyak. Oksigen yang baik ada saat pagi hari. Oksigen akan masuk paru-paru, dan membuat aliran darah lancar serta wajah jadi awet muda. - Lakukan sepekan tiga kali, masing masing satu menit. |
Jembatan Terpanjang di Dunia
Jembatan Terpanjang di Dunia

Jembatan terpanjang di dunia akhirnya telah selesai – menghabiskan waktu empat tahun
Ini menghubungkan kota Qingdao di Provinsi Shandong Cina timur dengan kabupaten Huangdao dan panjangnya 26,4 mil - 174 kali panjang London Tower Bridge diatas sungai Thames.
Dua tim terpisah telah membangun ujung yang berbeda dari Qingdao Haiwan Bridgesejak tahun 2006.
Struktur 5.5billion £ akhirnya selesai pada hari Senin saat para insinyur menggabungkan 2 bagian menjadi satu berakhir.

Jembatan ini menghubungkan tiga kota pesisir di provinsi Shandong.
Salah satu insinyur mengatakan setelah penyelesaian jembatan itu: "Model Komputer dan semua perhitungan sangat baik tetapi Anda tidak bisa benar-benar bersantai sampai kedua belah bagian sudah dibaut.
"Bahkan beberapa sentimeter keluar dari perhitungan akan menjadi bencana besar."
Pemegang rekor sebelumnya jembatan terpanjang di dunia adalah Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana di AS.
Ini fitur dua jembatan berjalan berdampingan dan 23,87 mil (38.42km) panjangnya.
source
tambahan pic. dari om Gustu...




Jembatan terpanjang di dunia akhirnya telah selesai – menghabiskan waktu empat tahun
Ini menghubungkan kota Qingdao di Provinsi Shandong Cina timur dengan kabupaten Huangdao dan panjangnya 26,4 mil - 174 kali panjang London Tower Bridge diatas sungai Thames.
Dua tim terpisah telah membangun ujung yang berbeda dari Qingdao Haiwan Bridgesejak tahun 2006.
Struktur 5.5billion £ akhirnya selesai pada hari Senin saat para insinyur menggabungkan 2 bagian menjadi satu berakhir.
Jembatan ini menghubungkan tiga kota pesisir di provinsi Shandong.
Salah satu insinyur mengatakan setelah penyelesaian jembatan itu: "Model Komputer dan semua perhitungan sangat baik tetapi Anda tidak bisa benar-benar bersantai sampai kedua belah bagian sudah dibaut.
"Bahkan beberapa sentimeter keluar dari perhitungan akan menjadi bencana besar."
Pemegang rekor sebelumnya jembatan terpanjang di dunia adalah Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana di AS.
Ini fitur dua jembatan berjalan berdampingan dan 23,87 mil (38.42km) panjangnya.
source
tambahan pic. dari om Gustu...




Langganan:
Postingan (Atom)
