Kamis, 27 Januari 2011

Jangan Berkemah Di Dalam Sumur

Mazmur 18:31
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Pada suatu saat, kita menemukan diri kita sedang berada dalam puncak kehidupan, dan hanya beberapa saat kemudian sudah berada di sebuah lubang, atau sedang berada diantaranya. Kita senang berada di puncak kehidupan – itu adalah saat sukacita luar biasa dan kegembiraan. Sayangnya, banyak orang menghabiskan waktu mereka di dalam lubang, entah itu lubang keputusasaan emosional, kesulitan keuangan, penderitaan mental, sakit fisik, atau sesuatu yang lain. Bahkan yang disayangkan, banyak orang yang berkemah di dalam lubang itu dan tidak pernah keluar. Merasa takut dan kalah, mereka memutuskan untuk tetap di lubang itu daripada membuat rencana untuk melarikan dari lubang itu dan mendaki puncak berikutnya. Anda tidak bisa tetap berada di lobang itu. Hidup Anda – tujuan hidup Anda – ditentukan oleh kepercayaan Anda pada Tuhan serta mulai keluar dari lubang itu.

Jika Anda merasa berada di lubang itu, tenang. Anda bukan orang pertama yang menemukan dirinya berada di dalam sumur yang dalam, dan gelap. Di Perjanjian Lama, kita telah mengenal seorang pria muda bernama Yusuf yang juga menemukan dirinya berada di sebuah sumur – dalam keadaan sebenarnya! Untuk Yusuf, lubang itu seperti jalan buntu yang gelap, namun sebenarnya merupakan sebuah jalan ke sebuah istana – sebuah rute langsung untuk menuju ke sana. (Pelajari Kejadian 37: 5-36; pasal 39 dan 41).

Di Perjanjian Baru kita juga bisa belajar dari Rasul Paulus, seorang pemimpin Yahudi yang terpandang kala itu yang menjadi seorang Kristen, yang kemudian memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, dan konsekuensinya dia harus mendapati dirinya di lubang. Lubang bagi Paulus ada berada di sebuah kapal yang diterpa badai. Semua orang ingin melompat keluar perahu, tetapi Tuhan memberi tahu Paulus, “Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.” (Kisah Para Rasul 27:21).

Baik Yusuf maupun Paulus, keduanya membutuhkan tali harapan untuk membantu mereka mendaki keluar dari lubang sumur mereka. Tali harapan yang disediakan bagi mereka sama tersedianya bagi Anda – firman Tuhan. Alkitab menyediakan kita peta untuk membimbing kita keluar dari lubang apapun. Mazmur 34: 20 berkata, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;” Dengan kata lain, kita semua akan mengalami berada di “lubang” itu – mereka tak terelakkan – tetapi kita bisa keluar dari sana ketika kita memegang kuat-kuat tali pengharapan yaitu firman Tuhan dan memutuskan untuk memanjat keluar. (by Danette Crawford)



Sumber :
Ruang Doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger